Wawancara Jurnalistik Menggali Jawaban Narasumber

Banda Aceh, Wartapolri- Berita adalah bentuk laporan peristiwa hasil fakta yang didapat tentang hasil peristiwa, Minggu (19/12)

Unsur fakta yang dilaporkan tentunya mencakup 5W+1H: What (Apa yang terjadi), Who (Siapa pelaku atau orang yang terlibat dalam kejadian itu), Why (Kenapa hal itu terjadi), When (Kapan kejadiannya), Where (Di mana terjadinya), dan How (Bagaimana proses kejadiannya).

Suatu pekerjaan yang berkaitan dengan jurnalistik tidak akan lepas dari yang namanya kegiatan wawancara.

Wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan bahan berita, dan ini mempunyai teknik. Yang dimaksud teknik wawancara di sini tentu saja bukan wawancara lamaran kerja, tapi wawancara jurnalistik yaitu menggali informasi.

Wawancara wartawan mengarah pada pokok bahasan yang ditujukan kepada narasumber, untuk menggali atau mengumpulkan informasi, keterangan, fakta, atau data tentang sebuah masalah atau peristiwa, membutuhkan kecerdasan akal.

Dari mana kita akan mulai melakukan,dalam hal ini kita harus memiliki catatan terlebih dahulu tentang masalah yang akan kita pertanyakan agar pertanyaan terstruktur (kecuali wartawan telah Profesional)

Model wawancara jurnalistik ada dua metode yang dapat digunakan diantaranya, Wawancara langsung atau bertatap muka langsung dengan narasumber, dan yang kedua wawancara tidak langsung misalnya melalui telefon, chating, dan email.

Hasil wawancara disusun dalam bentuk karya jurnalistik: berita, feature, atau artikel opini.

Menyimak dan mempelajari jenis wawancara ;
Wawancara berita (news-peg interview), yaitu wawancara yang dilakukan untuk memperoleh keterangan, konfirmasi, atau pandangan interviewee tentang suatu masalah atau peristiwa.

Wawancara pribadi (personal interview), yaitu wawancara untuk memperoleh data tentang diri-pribadi dan pemikiran narasumber –disebut juga wawancara biografi.
Wawancara eksklusif (exclusive interview), yaitu wawancara yang dilakukan secara khusus, tidak bersama wartawan dari media lain.
Wawancara sambil lalu (casual interview), yaitu wawancara “secara kebetulan”, tidak ada perjanjian dulu dengan narasumber, misalnya mewawacarai seorang pejabat sebelum, setelah, atau di tengah berlangsungnya sebuah acara.

Wawancara sambil jalanan disebut pula “wawancara on the spot”– yaitu wawancara di tempat kejadian dengan berbagai narasumber, misalnya di lokasi kebakaran.

Wawancara tertulis –dilakukan via email atau bentuk komunikasi tertulis lainnya.
Wawancara “cegat ” (door stop) , yaitu wawancara dengan cara “mencegat” narasumber. Misalnya ada pejabat baru keluar dari ruang sidang, atau ada pejabat baru keluar dari ruang sidang tertutup, bisa juga terhadap tersangka korupsi yang baru keluar dari ruang interogasi KPK. (wawancara ini dianggap akan memberikan data penting intik sebuah berita)
Teknik Wawancara.

Para wartawan umumnya sependapat, tidak ada kiat mutlak wawancara. Setiap wartawan memiliki trik atau cara tersendiri guna menemui dan memancing narasumber untuk berbicara. Walau demikian, secara umum teknik wawancara meliputi tiga tahap, persiapan, pelaksanaan, dan pasca-wawancara.

Persiapan wawancara. Menentukan topik, Memahami masalah yang ditanyakan, Menyiapkan pertanyaan secara struktur kemudian Menentukan narasumber untuk di wawancarai.

Akhir Wawancara. Sesegera transkrip hasil wawancara. Jangan tunda, mumpung “rekaman wawancara masih tersimpan dikepala”. Salam jurnalistik
(Sayid Muhammad)

Mungkin Anda Menyukai