Ribuan Hektar Lahan Sawah Di Dompu Gagal Tanam, Pekerjaan Mega Proyek Irigasi Raba Baka di duga Bernsalah

Wartapolri.com.Dompu.NTB.- Ribuan hektar lahan pertanian di Kecamatan Woja Kabupaten Dompu khusus terancam gagal panen, dan sebagianya gagal tanam. pasalnya pekerjaan proyek saluran irigasi raba baka yang menyerap dana APBN tahun 2021 ini sekitar Puluhan miliar yang sampai hari ini pekerjaannya belum selesai dan di duga bermasalah.

” Dengan dilaksanakan proyek ini menurut Uba Sidik salah satu tokoh tani di Kecamatan Woja, agar supaya airnya lancar dan hasil produksi padi meningkat bila di bandungkan tahun sebelumnya.namun sekarang sudah terbalik menjadi menjadi kering dan di perkirakan ribuan hektar lahan sawah yang sudah di tanami padi bakal gagal panen dan gagal tanam “, yang lokasinya berada di so la mere, so nggaro, so sambi mboko, so Monta baru, so wawonduru, so tolo mango, so bolo jaya dan so Buncu maupun Di so Madarutu Desa Bara semuanya berada di Kecamatan Woja.

Ribuan hektar lahan sawah ini di perkirakan gagal panen dan gagal tanam maka di perkirakan masyarakat petani merugi puluhan miliar dan masyarakat Dompu terancam krisis pangan terutama beras. Apa lagi saat ini kondisi kehidupan dan ekonomi masyarakat sudah terpuruk akibat dampak covid 19.

” Untuk apa jaringan irigasi di perbaiki dengan anggaran yang cukup fantastis kalo hanya membawa petaka bagi nasib para petani saat ini”, pada hal sepanjang saya tau bahwa proyek irigasi tersebut baru beberapa tahun yang lalu di perbaiki dengan anggaran yang Mega besar juga, tapi tahun ini di bongkar lagi. Sehingga patut di duga dalam perencanaan proyek ini ada permainan di tingkat level atas pada instansi terkait. Paparnya.

Sejalan dengan hasil investigasi awak media di lapangan,” sebagian besar para petani mengeluh dan mempertanyakan tentang pelaksanaan proyek irigasi Raba baka ini, yang sudah sekian lama di kerjakan namun belum selesai juga Pada hal petani sedang membutuhkan air tersebut. Dan yang paling miris lagi sekali nasib para masyarakat Petani di So Madarutu Desa Bara Kecamatan Woja, karena sejak di laksanakan pekerjaan proyek tersebut sekitar 500 ha lahan sawah sudah tidak bisa di tanami apa lagi sampai sekarang. Yang sebelumnya so madarutu tersebut bisa di lakukan penanaman padi dua kali dan satu kali kacang Kadale.

Berdasarkan sosialisasi awal oleh Kantor BWS Propinsi NTB dan Pelaksana Proyek yang konon orang di luar NTB yang di hadiri oleh seluruh Kades dan lurah se kecamatan WOJA serta petugas Pengairan Tampa di wakili oleh kelompok tani satupun.

” Saat itu pihak BWS dan pelaksana Proyek berjanji bahwa air untuk mengaliri lahan sawah tetap jalan dan tidak akan di matikan secara total, hanya saja di atur jadwalnya.namun dalam kenyataanya ketika mulai persiapan pekerjaan proyek tersebut air langsung mati total dan pasangan irigasi yang masih baik dan kokoh di robohkan dan anehnya lagi konstruksi bangunana yang baru jauh lebih bermutu dari pasangan konstruksi irigasi yang lama. Sejak saat itulah lahan sawah di so Madarutu Desa Bara tidak bisa di lakukankan penanaman berikutnya”

“Anehnya lagi pihak pemerintah dan instansi terkait serta pelaksana proyek tidak mau tau dan tidak bertanggung jawab lagi terhadap apa yang sudah di ucapkannya”.

Selanjutnya pelaksanan proyek pembangunan irigasi Raba baka Kecamatan WOJA Kabupaten Dompu saat ini di duga sebagai Mega Proyek Siluman yang Konon ditengarai ada keterlibatan orang dalam di pusat dan Pemprov.NTB”. Ujarnya.

Saat berita ini dirilis proyek tersebut belum selesai dan tahapan pekerjaan ampuradul dan kwalitas pekerjaan tidak sesuai standar yang telah di tentukan dan jeritan suara petani semakin terbukti karena akan gagal panen pada musim tanam kedua ini.pungkas. Jurnalis. Rdw. Ddo.

Mungkin Anda Menyukai