Bogor,29/10 masyarakat Desa Ciburuy Kecamatan Cigombong menyesalkan arogansi PT.Prima tossa perkasa,alasannya banyak masyarakat yang dirugikan oleh pengembang perumahan yang beroperasi di wilayah Bogor bagian selatan tersebut.
Di wilayah Rt 003 Rw 001 rumah dan mushola iris terkena dampak alat berat yang lalu lalang setiap hari dan air selokan meluap.

Kamis,28 Oktober 2021 diadakan rapat di aula Desa Ciburuy dihadiri kepala Desa,Babinsa,babinmas ,
Perangkat desa,sejumlah masyarakat dan perwakilan PT.TPT, dalam rapat itu Warga Rw 001 menyampaikan risalah tanah warga belum Ada penggantian dan ukuran tanah tidak berubah,masalah pengelolaan tanah atau jalan belum di laksanakan,dari warga Rw 02 masalah pemakaman dan dari karang taruna meminta :
1.informasi pemakaman,letak dan lokasinya beserta bukti pembelian lokasi 2.Amdal,saluran pembuangan air sendiri tidak di satukan dengan warga
3.pembuatan turap tebingan
4.memperhatikan rumah yang terkena dampak.
akhirnya di sepakati Proyek ditutup sebelum tuntutan Warga dipenuhi oleh Perusahaan.
Dilain pihak PT.TPT beralasan,belum bisa memenuhi permintaan warga dikarenakan transisi pemegang proyek,risalah tanah masih proses audit,lokasi pemakaman Belum ada jawaban dari pusat.
Sementara itu Anggota Komisi III Dprd Kabupaten Bogor ,H.Achmad Fatoni,ST kepada Wartapolri.com mengatakan,”mestinya semua pihak bisa menahan diri dan berkoordinasi dengan baik,PTP mestinya mendengarkan aspirasi dan keluhan masyarakat,toh semua kegiatan pembangunan ataupun perusahaan tidak mungkin lepas dari dukungan lingkungan.
Jadi, kalau perusahaan mengabaikan keluhan dan aspirasi masyarakat sekitar, apalagi ini sudah secara formal atas nama Pemdes, dia bisa dianggap melanggar ketertiban umum dan masyarakat. dan itu aturan dasar,saya berharap pihak kecamatan bisa membantu memediasi ini,”Pungkas Dewan yang berasal dari fraksi Pks tersebut.(Aepsa)

