DUA EKOR GAJAH LIAR, RUSAK KEBUN MASYARAKAT

Inhu, wartapolri.com- Hewan bertubuh besar belalai panjang dan gading menjulur ke depan,kembali rusak kebun masyarakat peranap dan sekitarnya. Puluhan hektar kebun kelapa sawit habis dirusak dengan dicabut lalu memakan, Sawit berukuran satu hingga dua tahun ludes dimakan si gajah liar.

Lokasi perkebunan masyarakat tak jauh dari pemukiman warga saat ini kianeresahlan masyarakat. Apalagi by bagi yang punya kebun berada di lintasan gajah liar tersebut, siap_siap sajalah dirusak lalu dimakan. Salah seorang warga Zulkifli pada awak media mengatakan, hampir lima hektar kebun sawit saya dirusak dan dimakan gajah liar tersebut hanya semalaman ludes tak tersisa, sebut zul.

Sebelum ua ekor gajah liar merusak kebun, ada dua ekor gajah selama juga merusak kebun sawit masyarakat, sudah ditangkap lalu dibawah ke tempat lain oleh tim BKSDA Provinsi Riau. Namun masih ada gajah liar yang lain kembali datang ke lokasi kebun masyarakat, tepatnya di kecamatan peranap. Dengan kondisi itu kami dari masyarakat kembali di.inta kepada pemerintah terutama instansi yang bersenang agar dua ekor gajah liar bisa dijinakan untuk di tangkap lalu dibawah ke tempat penangkarannya, harap zulkifli.Dan daekor gajah liar tersebut saat ini berada di seputaran belakang pasar baru peranap.

Camat peranap, Peeisman. saat ditanya tentang keberadaan gajah liar merusak kebun masyarakat pada wartawan mengatakan, Keberadaan gajah liar terutama di kecamatan peranap lalu merusak kebun sawit masyarakat, sudah kami laporkan ke instansi yang bersenang, lalu atas laporan tersebut dua ekor gajah selama ini juga merusak kebun masyarakat, sudah ditangkap, nun jika ada lagi gajah liar kembali rusak kebun sawit masyarakat maka kami atas na upika kecamatan peranap akan berkordinasi,lalu akan melaporkan kepada instansi yang berwenang untuk kembali ditangkap,ucap perisman.

Dengan kondisi seperti itu jika dibiarkan gajah liar kian merusak tanaman masyarakat, kami sangat khawatir, hewan yang dilindungi negara tersebut, terjadi atas hewan belali panjang tidak diinginkan.Lebih baik ni mencegah,daripada mengobati harap camat. 30/08/2021. ( MIT/waryapolri.com).

Mungkin Anda Menyukai