Ini Pesan Pote Leba Kepada Alumni SMA Kristen Waikabubak Dalam Perayaan HUT Ke-62

Waikabubak, wartapolri.com – Sekolah adalah lembaga yang menjadi pondasi pendidikan dalam membentuk generasi muda dengan karakter yang baik dan berprestasi.

SMA Swasta Kristen Waikabubak yang berada di Kabupaten Sumba Barat sejak tahun 1960 silam yang dipimpin oleh Kepala Sekolah pertama Jhon Umbu Reada (Almarhum).

Usia 62 tahun adalah perjalanan panjang serta sekolah ini terus menampilkan eksistensinya. Terbukti telah mencetak pemimpin daerah dan jabatan strategis lainnya dalam birokrasi pemerintahan baik di pulau Sumba maupun di luar pulau Sumba. Banyak pengusaha sukses yang merupakan alumni jebolan SMA Swasta Kristen Waikabubak.

Sebut saja Drs. Julianus Pote Leba yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Sumba Barat periode 2000-2005 mendampingi Ir. Timotius Langgar (Almarhum) saat itu hingga menjabat sebagai Bupati Sumba Barat periode 2005-2010.

Julianus Pote Leba salah satu alumni SMA Swasta Kristen Waikabubak lulusan tahun 1974 menyampaikan bahwa, di usia yang ke-62 jika dianalogikan dengan manusia yang kerja di birokrasi pemerintahan (PNS), maka SMA Swasta Kristen Waikabubak ini sudah pensiun. Kalau sudah pensiun, maka semangatnya semakin hari semakin turun, fisiknya pun sudah semakin tidak kuat. Tetapi SMA Swasta Kristen Waikabubak beberapa saat ini tetap menunjukkan eksistensinya.

Menurutnya, SMA Swasta Kristen Waikabubak tetap eksis karena ada dua penyebabnya, yaitu : pertama, karena ada orang-orang yang setia dengan misi pengabaran Injil melalui pendidikan dengan adanya guru-guru yang setia melayani walaupun dengan gaji yang tidak cukup. Kedua, masih ada orang-orang yang setia untuk mengabdikan dirinya bagi kepentingan masyarakat untuk kemajuan khususnya di bidang pendidikan.

“Saya merenungkan kenapa sekolah ini masih tetap eksis. Ada dua penyebabnya, yaitu : pertama, karena ada orang-orang yang setia dengan misi pengabaran Injil melalui pendidikan dengan adanya guru-guru yang setia melayani walaupun dengan gaji yang tidak cukup. Kedua, masih ada orang-orang yang setia untuk mengabdikan dirinya bagi kepentingan masyarakat untuk kemajuan khususnya di bidang pendidikan. Jika tidak ada orang-orang seperti itu, mungkin sekolah ini sudah lama ditutup. Contoh kenapa bisa ditutup, jika dilihat dari gedung induknya yang dibangun pada zaman kolonial Belanda,” demikian diungkapkan Julianus Pote Leba disela-sela acara syukuran HUT ke-62 bersama para alumni SMA Swasta Kristen Waikabubak yang berlangsung di Aula SMA Swasta Kristen Waikabubak pada Sabtu (6/8/22) sore.

Alumni lulusan SMA Swasta Kristen Waikabubak diperkirakan sudah mencapai puluhan ribu orang alumni dan jumlah ini memiliki kekuatan yang besar untuk membangun sekolah ini.

“Sekolah ini mau bangun gedung sepuluh lantai pun bisa jika dilihat dari jumlah alumni yang dihasilkan setiap tahun. Kita tidak bisa berjuang sendiri-sendiri untuk membangun sekolah ini,” katanya.

Dihadapan para alumni lulusan SMA Swasta Kristen Waikabubak, Pote Leba menyampaikan bahwa sudah saatnya kita membentuk sebuah wadah organisasi alumni SMA Swasta Kristen Waikabubak yang secara bersama-sama dalam organisasi tersebut untuk memperjuangkan kebutuhan sekolah ini.

Mantan Bupati Sumba Barat periode 2005-2010 itu, juga berpesan kepada Kepala Sekolah dan guru-guru jangan segan-segan meminta bantuan kepada para alumni SMA Swasta Kristen Waikabubak.

“Saya berharap guru-guru jangan segan-segan meminta bantuan kepada para alumni untuk membangun sekolah ini,” pesannya.

“Untuk membentuk sebuah wadah organisasi yang menghimpun seluruh alumni SMA Swasta Kristen Waikabubak diperlukan waktu khusus, sehingga organisasi tersebut menjadi kuat. Jika berjuang sendiri – sendiri tidak akan jadi, harus punya wadah organisasi alumni SMA Swasta Kristen Waikabubak, sehingga lembaga ini tetap menjadi lebih kuat,” imbuhnya.

Dihadapan Bupati Sumba Barat dan para alumni SMA Swasta Kristen Waikabubak, Pote Leba dengan keras menyampaikan bahwa kita sebagai jemaat GKS memiliki kelemahan. Dimana SMA Swasta Kristen Waikabubak, SMP Kristen dan SDM merupakan milik Jemaat dan milik GKS.

Ia menyayangkan bahwa tidak ada perhatian dari Jemaat GKS terhadap SMA Swasta Kristen Waikabubak dan sekolah-sekolah lainya milik GKS seperti SMP Kristen dan SDM.

“Ada juga kelemahan kita sebagai jemaat GKS,
SMA Swasta Kristen Waikabubak ini milik Jemaat, milik GKS. Sangat aneh kalau Jemaat GKS tidak memberi perhatian terhadap sekolah ini. Lantas untuk apa membangun sekolah, membangun rumah sakit jika tidak ada perhatian dari Jemaat GKS,” ungkapnya.

Lanjutnya, visi misi SMA Swasta Kristen Waikabubak sangat jelas dimana yang paling utama itu adalah sebagai wadah Pekabaran Injil melalui pendidikan dan melalui rumah sakit.

“Minta maaf Bapak/Ibu Pendeta, saya tidak pernah dengar pada saat doa syafaat di gereja, kita hanya berdoa untuk pemerintah dari pusat hingga pemerintah daerah dan RT/RW. Tapi, saya tidak mendengar kita berdoa untuk Yapmas, Yumerkris, SMA Swasta Kristen Waikabubak, SMP Kristen dan SDM. Mungkin karena kita kurang bersyafaat juga sehingga Yapmas kelihatannya ‘hidup enggan mati tak mau’ karena dorongan spiritualnya kurang,” Tandasnya.

Ia pun berharap agar seruannya itu dapat di dengar oleh para pemimpin jemaat GKS di pelosok.

“Semoga para pemimpin jemaat GKS di manapun berada dapat mendengar apa yang saya katakan tadi, kita berdoa untuk Yapmas, Yumerkris, SMA Swasta Kristen, SMP Kristen, SDM dan bahkan TK Kristen supaya mereka juga keturunan Roh, karena kekuatan kita adalah doa. Selamat ulang tahun Almamater tercinta SMA Swasta Kristen Waikabubak ke-62.” Tutupnya

Penulis : Anton Gallu

Mungkin Anda Menyukai