Kemajuan peradaban manusia dewasa ini tidak terlepas dari kemajuan ilmu pengetahuan dari proses pendidikan yang menjadi warisan terbesar dalam dunia ini. Dalam Islam, pendidikan tidak hanya dilaksanakan dalam batasan waktu tertentu saja, namun dilakukan sepanjang usia. Islam juga memotivasi pemeluknya untuk selalu membaca, menelaah, dan meneliti segala sesuatu yang menjadi fenomena dan gejala yang terjadi di jagad alam raya ini dalam rangka meningkatkan kualitas keilmuan dan pengetahuan yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup dan kehidupannya.
Belajar mengajar memiliki peran yang sangat penting, karena tanpa itu, proses transformasi dan aktualisasi pengetahuan modern sulit untuk diwujudkan. Secara sederhana, belajar berarti berusaha mengetahui sesuatu, berusaha memperoleh ilmu pengetahuan (kepandaian dan keterampilan). Belajar adalah sesuatu yang menarik dimana seseorang dapat mengetahui dan memahami sesuatu dari hal yang sebelumnya tidak diketahui dan difahami menjadi diketahui dan difahami oleh si pembelajar. Hal inilah yang membuat belajar menjadi sesuatu yang menarik untuk dilakukan. Sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, manusia selalu berusaha mengetahui sesuatu yang berada dalam lingkungannya untuk menunjukkan eksistensi kemanusiaannya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakaan bahwa mengajar adalah memberikan serta menjelaskan kepada orang lain tentang suatu ilmu dan memberi pelajaran. Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan belajar mengajar merupakan suatu aktifitas yang dikerjakan dalam rangka memperoleh ilmu pengetahuan sedangkan dalam prosesnya, terdapat si pembelajar yang menerima ilmu dan guru sebagai pemberi pelajaran.
Belajar mengajar dalam konteks ini adalah pendidikan yang bukan hanya pendidikan formal seperti di sekolah, tetapi juga pendidikan informal dan nonformal yakni pendidikan dan pengajaran yang dilakukan oleh siapa saja yang memiliki ilmu pengetahuan dan keahlian untuk diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan, dimana saja mereka berada, menggunakan sarana apa saja, dan dengan menerapkan berbagai cara sepanjang hayat hidup manusia tersebut.
Dalam Qs.Al-Alaq: 1-5 yang artinya: 1) bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 4) yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, 5).Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Adapun makna yang terkandung dalam surah tersebut adalah Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca. Dalam ayat ini, kata iqra’ dapat berarti membaca atau mengkaji sebagai aktivitas intelektual guna memperoleh berbagai pemikiran dan pemahaman yang tidak bisa mengabaikan Aqidah Islam. Iqra` haruslah dengan bismi rabbika yang bermakna dengan menyebut nama tuhanmu. Menurut Quraish Shihab, kata iqra’ terambil dari akar kata qara`a yang berarti menghimpun, menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan membaca baik teks yang tertulis maupun yang tidak. Wahyu pertama ini tidak menjelaskan hal spesifik tentang apa yang harus dibaca, Al-Qur’an menghendaki ummatnya membaca apa saja selama bacaan itu bismi rabbik yakni bermanfaat bagi manusia. Sementara kata al-qalam adalah simbol transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta nilai dan keterampilan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kata al-qalam merupakan simbol abadi sejak manusia mengenal baca-tulis hingga dewasa ini. Proses transfer budaya dan peradaban tidak akan terjadi tanpa peran penting tradisi tulis–menulis yang dilambangkan dengan al-qalam.
Berdasarkan paparan diatas dapat disimpulkan bahwa kewajiban belajar mengajar adalah sesuatu yang diharuskan dalam Islam sebagaimana telah dijelaskan dalam Qs.al-alaq. Kegiatan belajar mengajar tentunya terdiri dari pelajar yang diajar dan guru yang mengajar sehingga pembelajaran terlaksana sesuai arah dan ketentuannya. Terdapat sebuah ungkapan “seseorang yang belajar tanpa guru maka gurunya adalah setan.” Mengapa demikian? Karena pembelajaran yang dilakukan tanpa adanya guru yang memberikan arahan, maka setan akan hadir dalam kegiatan pembelajaran tersebut untuk menyesatkan si pembelajar.

