Pembelajaran Interaktif Melalui Perencanaan Dan Pengajaran Yang Efektif

Guru harus dapat menghidupkan suasana belajar di sekolah baik dengan belajar di dalam maupun di luar ruang kelas. Guru dapat memodifikasi pembelajaran yang menarik untuk membuat peserta didik bersemangat saat belajar.

Apapun cara guru mengajar seharusnya dapat memberikan motivasi yang tinggi kepada peserta didik agar mereka senantiasa terlibat dalam kegiatan belajar dengan sungguh-sungguh. Salah satu modifikasi yang dapat dilakukan oleh guru adalah pembelajaran interaktif.

Dalam pembelajaran interaktif, peserta didik tidak hanya sebagai objek belajar, namun mereka juga menjadi subjek yang aktif dalam kegiatan belajar. Ketika peserta didik aktif dalam kegiatan belajar, maka tujuan pembelajaran akan lebih mudah dicapai. Hubungan timbal balik yang terjadi ketika kegiatan mengajar dapat menstimulasi cara berpikir peserta didik, sehingga mereka mampu membangun komunikasi dengan guru, menyampaikan pendapat, memberikan ide-ide, hingga menganalisis permasalahan dalam setiap topik bahasan.

Interaksi guru dan peserta didik adalah hubungan internal guru dengan peserta didik dan antar peserta didik yang sangat penting untuk dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar. Interaksi dan komunikasi menjadi hal yang sangat crucial dalam pembelajaran.

Dengan adanya interaksi ini, guru dan peserta didik dapat saling bertukar informasi untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan. Interaksi dan komunikasi juga membantu sebuah kelas untuk proses pengambilan keputusan bersama.

Guru bertugas mengarahkan peserta didik agar mereka selalu on the track dan tidak tersesat ketika mempelajari suatu topik atau ketika proses mencari tahu.

Sementara itu, interaksi peserta didik dan peserta didik lainnya juga sangat penting ketika mereka dapat menyampaikan hasil belajar mandiri dari berbagai sumber selain sekolah seperti mesin pencari.

Pembelajaran interaktif memiliki syarat dan proses pengembangan yang harus dipenuhi, yakni guru yang kreatif dan inovatif, serta penerapan model pembelajaran berbantuan media yang mendukung pembelajaran. Guru harus mampu menerima masukan dari peserta didik, dan guru tidak boleh anti kritik, karena sebuah sistem interaksi menempatkan semua elemen dalam sistem pada level yang sama.

Guru juga harus mampu senantiasa memotivasi peserta didik untuk belajar dengan memberikan contoh baik dari diri sendiri, orang di sekitar ataupun melalui tayangan dari orang-orang yang sudah berhasil di dalam profesinya. Dengan adanya contoh nyata, peserta didik akan lebih bersemangat untuk mencapai cita-citanya dengan terlibat aktif dalam belajar untuk mengetahui apa yang harus diketahui. Guru harus mendorong peserta didik untuk terus belajar agar apa yang mereka inginkan di masa yang akan datang dapat diraih.

Pemilihan model pembelajaran dan penggunaa media yang tepat juga menjadi hal yang sangat penting dalam membuat peserta didik menjadi aktif di dalam kegiatan pembelajaran. Guru menerapkan model pembelajaran dengan berbantuan media yang konkrit berupa benda yang dapat dilihat ataupun dapat digunakan oleh peserta didik dalam kegiatan belajar.

Peserta didik dikelompokkan sehingga mereka harus bekerja sama dengan teman lainnya untuk memecahkan masalah yang sudah diberikan oleh guru. Peserta didik juga akan berinteraksi, dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi dan berkontribusi agar dapat mengembangkan potensi diri mereka dalam memberikan ide, pengalaman, pendangan, dan pengetahuan. Akhirnya, peserta didik akan mengetahui cara belajarnya sendiri.

Dengan adanya pembelajaran interaktif, akan banyak keuntungan yang akan diperoleh dari dua belah pihak baik guru dan peserta didik. Guru sebagai fasilitator, motivator, dan perancang aktivitas belajar akan senantiasa dimudahkan kegiatannya di dalam kelas karena sudah merancang kegiatan yang melibatkan peserta didik.

Tujuan pembelajaran akan mudah tercapai ketika kegiatan belajar mengajar sudah dilakukan secara aktif di dalam maupun di luar kelas. Sementara keuntungan bagi peserta didik yakni, peserta didik lebih banyak diberikan kesempatan untuk melibatkan keinginannya pada obyek yang akan dipelajari, melatih mereka mengungkapkan rasa ingin tahu melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru, memberikan saran bermain bagi peserta didik melalui sarana eksplorasi dan investigasi, menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran yang aktif,  peserta didik dapat belajar dari temannya dan guru untuk membangun keterampilan sosial dan kemampuannya, serta peserta didik dapat mengorganisasikan pemikiran dan pembangunan argumen yang rasional.

Akhirnya, hasil belajar peserta didik akan lebih bermakna. Adapun kekurangan dari strategi ini sangat bergantung pada keterampilan guru dalam menyusun dan mengembangkan dinamika kelompok dengan memberikan fungsi masing-masing peserta didik di dalam kelompok. Sehingga mereka bertanggung jawab dengan tugas yang sudah diberikan.

Interactive studying creates inspiring atmosphere in the classroom.
Oleh: Syafaruddin, S.Pd. M.Ed
(Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur, Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia Kabupaten Aceh Timur)

Mungkin Anda Menyukai