Mandailing Natal, Wartapolri- Permasalahan atau keberatan warga terkait pembangunan saluran air parit di kawasan desa Hutalombang Lubis Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut), Ketua DPRD Madina ajak semua Unsur untuk duduk bersama mencari solusi.
“Saya tidak tau tentang kronologis dan situasi cerita ini terjadi dek, tapi semestinya kalo benar ini terjadi, semua pihak yang di anggap ada keterkaitan harus lah bijak dan bisa duduk bersama untuk mencari solusi terbaik dan tidak merugikan pihak manapun.” Kata Erwin Efendi Lubis,SH kepada Wartawan, kamis (02/12/2021).
Secara peribadi dan ketua DPRD Madina Erwin Menjelaskan agar permasalah yang ada di kawasan dapil dirinya terpilih agar tidak dibiarkan berlarut-larut agar tidak menimbulkan persoalan yang baru.
“Saya secara pribadi dan juga ketua DPRD Madina meminta dan berharap kepada semuanya untuk bisa mencari penyelesaian yang terbaik supaya jagan berlarut-larut yang nantinya akan menambah masalah dan persoalan yang tidak semestinya.” harapnya
Terpisah Ibu Yurita Kabid Prasarana Dinas Pertanian Mandailing Natal menyebut tidak tau anggaran dana yang dikucurkan untuk membangun Jaringan Irigasi pertanian Bondar Maino desa Hutalombang Lubis Panyabungan.
“Benar dek itu bangunan bukan pekerjaan kelompok tani namun itu dikerjakan sesuai jasa Kontruksi tapi saya tidak tahu berapa pagu anggarannya namun setahu saya dan kalau tidak salah yang mengerjakan pembangunan itu adalah CV.Aurlas,
Kebetulan saya tidak masuk kantor dek kebetulan anak saya hari ini lagi pesta pernikahan jadi saya tidak bisa masuk kantor.” timpal Yurita
Awal permasalahan itu, setelah dibangun parit saluran air para petani Desa Hutalombang Lubis Panyabungan itu yang dikucurkan dananya melalu dinas pertanian Madina TA.2021 membuat para petani di hilir parit atau Bondar Maino keberatan karena sejak dibangunnya parit itu sawah dan kolam ikan para petani kering.
Kemudian para kelompok tani dan warga bergotong royong menimbun dan membuat dek seadanya di hulu bondar maino agar parit saluran irigasi tersebut itu kembali dialiri air.
Bahkan mereka membuat pernyataan keberatan atas bangunan yang kurang Efesiens dan menyerahkannya kepada LSM Trisakti dan melaporkan bangunan itu kepada Aparata Hukum atas dugaan ada keterlibatan oknum anggota DPRD Madina dan penyalah gunaan wewenang dan mark-up anggaran bangunan tersebut.
Sekedar mengingatkan, sebelumnya sempat terlontar pemberitaan tudingan pemalsuan tanda tangan terhadap Lsm Trisakti dalam pernyataan warga desa Hutalombang Lubis kecamatan Panyabungan kabupaten Mandailing Natal (Madina) provinsi Sumatera Utara (Sumut) dibantah.
“Pagi ini saya kumpulkan beberapa tokoh masyarakat kepala desa Huta Lombang Lubis dan pengurus Kelompok Tani Alumpang mereka sudah menjelaskan itu tidak benar yang benar mereka yang keberatan atas bangunan yang tidak bermanfaat itu .” Kata Dedi Saputra Hsb, Ketua LSM Trisakti Madina kepada Wartawan, sabtu (27/11/2021).
Sebelumnya, tersiar berita tudingan pemalsuan tanda tangan warga Desa Huta Lombang Lubis oleh LSM Trisakti yang di Realis oleh salah satu media Online karena LSM tersebut membuat laporan pengaduan kepada kejaksaan Madina atas Dugaan Penyalah Gunaan Wewenang oleh seorang Oknum Anggota DPRD dan keberatan warga petani di desa Hutalombang Lubis Panyabungan dalam pembangunan saluran irigasi di kawasan desa tersebut.
Dedi menambahkan, bahwa dirinya sudah mengirimkan pesan bantahan kepada wartawan yang membuat Realis berita yang jelas menuding dirinya melakukan pemalsuan tanda tangan warga desa Huta Lombang Lubis agar bantahannya diterbitkat di media tersebut.
“Satu kali 24Jam saya tunggu agar bantahan saya diterbitkan oleh media yang mengatakan saya memalsukan tanda tangan warga, jika tidak dinaikan saya akan melaporkan wartawan dan media tersebut kepada penegak hukum karena tidak melakukan konfirmasi terhadap saya sebelum membuat berita jelas saya keberatan dong. Saya juga tidak segan-segan untuk melaporkan warga yang membuat pernyataan menuding saya memalsukan tanda tangan warga” jelasnya
Dilokasi dan hari yang sama, M.Gani Nasution (51) warga atau tokoh masyarakat desa Hutalombang Lubis meminta agar masyarakat dilibatkan jikalau nanti team inspektorat Madina turun kelapangan menhitung volume bangunan saluran air di Bondar Maino tersebut.
“Kami minta kepada Inspektorat Madina seperti yang dikatakan kepala dinas pertanian untuk memeriksa bangunan itu. untuk itu kami minta bersama-sama kelompok tani tokoh masyarakat dan Kepala Desa Huta Lombang Lubis untuk menghitung volume bangunan saluran air itu karena sejak dibangun saluran air itu kolam kami kering dan tidak lagi dialiri air, jadi terpaksa kami membayar orang untuk menimbun parit di hulu agar kembali airnya mengalir.” Ungkap Gani Nst kepada Wartawan, sabtu (27/11/2021).
Terkait tudingan pemalsuan tanda tangan pernyataan mereka itu tidak benar, bahwa ia dan warga lainnya yang memberikan tanda tangan dipernyataan keberatan mereka kepada LSM Trisakti itu adalah benar tanda tangan mereka dan tidak ada unsur pemaksaan dan pemalsuan.
“Di urutan kedua dalam pernyataan keberatan kami sebagai warga desa Huta lombang Lubis yang sudah kami serahkan kepada LSM Trisakti adalah nama saya M.Gani Nasution. tidak ada disitu unsur pemalsuan hanya saja wartawan yang membuat berita itu kurang update membuat konfirmasi terhadap kami. jadi, atas hal tudingan itu kami juga sangat keberatan.” Bebernya
Masih dilokasi yang sama tepatnya di kawasan desa Hutalombang Lubis. Seperti yang ada dalam berita yang berjudul *LSM Trisakti” Palsukan Tanda Tangan Warga Desa Huta Lombang Lunis.
Disebutkan dalam berita tersebut bahwa pembangunan saluran irigasi tersebut melibatkan kelompok tani Alumpang namun para pengurus kelompok tani tersebut juga membantahnya.
“Saya tidak tau itu bangunan karena saya jelas sebagai bendahara Kelompok Tani Alumpang Huta Lomang Lubis berarti saya yang keberatan terkait bangunan yang dikatakan oleh kepala desa Huta Lombang Lubis berarti ada pemalsuan tanda tangan saya dalam pekerjaan itu.” Kata H.Muhammad Efendi, Sekretaris Kelompok Tani Alumpang desa Huta Lombang Lubis kepada wartawan, sabtu (27/11/2021).
Padahal menurut Efendi, jika ada bantuan kepada kelompok tani seperti jaringan irigasi sebagai kelompok tani harusnya dirinya terlibat dan dilibatkan dalam pembangunan itu namun ia mengaku sama sekali tidak mengetahui proyek tersebut.
“Seharusnya melalui saya dong pencairannya jikalau pekerjaan itu milik kelompok tani kami jadi saya keberatan itu ada dugaan pemalsuan tanda tangan. Jelas saya selaku warga petani kolam ikan di hilir Bondar Maino ada tiga hari setelah bangunan itu selesai kolam saya kering kemudian saya dan warga lainnya bergotong royong perbaiki hulu bondar maino agar kembali di aliri air.” Tegas H.Muahammad Efendi Warga Desa Hutalombang Lubis.
“Bahkan saya terpaksa memberi upah kepada beberapa orang untuk perbaikan hulu bondar maino itu yang kami fikir titik bangunan itu salah tempat dan tidak sesuai dari yang pertama kami usulkan sewaktu dahulu jauh sebelum bangunan itu dibuat ada pihak dinas terkait surve lokasi bangunan itu.” Beber Bendahara Kelompok tani itu.
Anehnya kata H.Muhammad Efendi selaku tokoh masyarakat huta lombang lubis ada kejanggalan dalam pembangunan saluran air bondar maino ketika para pekerja gajian selalu menerima gaji dari salahsatu anggota DPRD Madina.
“Saya duga ada keterlibatan salah seorang anggota DPRD, kenapa.? setiap gajian para pekerja selalu keruko Anngota DPRD itu kala pembangunan itu berlangsung dikerjakan itu saya lihat dengan mata kepala saya sendiri wong rukonya didepan tempat kolam saya ini kok, kan hampir setap hari saya disini.” Tukasnya
Lebihlanjut dilokasi yang sama dan dijelaskan Abdul Kholid, ketua kelompok Tani Alumpang Desa Hutalombang Lubis Kec.Panyabungan Kabupaten Madina tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan saluran irigasi di bondar Maino.
“Saya ikut gotongroyong menimbun hulu bondar maino agar kembali di aliri air jadi untuk keterlibatan dalam bangunan itu saya tidak tau sama sekali dan saya katakan disini setiap ada bantuan terhadap kelompok tani kami selalu melalui saudara SL anggota DPRD itu. Untuk bangunan itu saya kurang tau kejelasannya” Timpalnya
Masih dilokasi yang sama, Irwan Lubis kepala desa Hutalombang Lubis mengakui bahwa dirinya tidak pernah dikonfirmasi Wartawan Lira News.Com yang menuding LSM Trisakti memalsukan tanda tangan masyarakat dan stempel yang dipalsukan kata kades itu adalah pada bangunan tahun 2017 yang lalu.
“Mereka tidak ada konfirmasi saya dan stempel dipalsukan yang saya maksud kala itu adalah tahun 2017 lalu itu saya ucapkan pada saat PPHP bangunan saluran air bondar maino.” Ungkap Irwan Lubis.
Bahkan ia menambahkan, bangunan tersebut ada keterlibatan salahsatu anggota DPRD Madina karena ia mengaku saat ditanya keterlibatan anggota DPRD Madina itu diketahuinya dari para pekerja bangunan itu. “Iya, saya tahu dari pekerjanya.” Singkat kades tersebut.
Selang beberapa waktu, aneh kepala desa kembali meralat kembali pernyataannya ketika dikonfirmasi sebelumnya bahwa dirinya. ” Pertama saya tidak pernah keberatan atas keberadaan pembangunan irigasi bondar maino. Kedua terkait salah seorang anggota dprd yang memborong kegiatan tersebut tidak pernah saya ucapkan, Ttd. Kades desa Huta Lombang Lubis.”bantahanya
Terpisah, Anggota DPRD Madina Suandi Lubis atau mungkin yang dimaksud (SL) atau (SWL) yang merasa sudah disebutkan namanya dalam permasalahan itu menuturkan, bahwa ada kesalah fahaman antara oknum di desa tersebut bahkan ia menjelaskan bahwa bangunan itu memang jasa kontruksi yang mengerjakannya bukan kelompok tani.
” Disini saya luruskan bahwa saya sebagai warga Desa Tersebut dan juga anggota DPRD di Komisi yang kebetulan membidangi pertanian, jelas pekerjaan bangunan tersebut adalah dikerjakan jasa Kontruksi atau Perusahaan itu jelas ada kontraknya di dinas terkait bukan pekerjaan kelompok dan kalau tudingan mereka kepada saya itu tidak benar mungkin mereka salah persepsi.” Jelas Suandi Lubis lewat telepon selulernya.
Ditempat terpisah, ketika wartawan mencoba menghubungi Kadis Pertanian Madina lewat telepon selulernya tidak pernah menerima panggilan telepon tersebut meski diulang berkali-kali guna untuk mengkonfirmasi hal tersebut kemungkinan beliau sedang sibuk bahkan sampai berita ini dibuat tidak ada sama sekali respon kadis pertanian Madina.
(R.Syahputra)

