GMPM MADINA MENGADAKAN AKSI DAMAI DI KANTOR PERPUSTAKAAN MADINA

WARTA POLRI.- Gerak Mahasiswa pemuda Madina mengadakan aksi damai di kantor dinas perpustakaan dan di kantor bupati Madina.

Mahasiswa menduga ada penyelewengan dana angaran perpustakaan Madina, Di tahun 20- 2021, dugaan anggaran 600.000.000. Enam ratus juta rupiah, belanja modal bahan perpustakaan tercetak (Buku umum , agama, IPS, ilmu bahasa, matematika, IPA) yang bersumber dari dana APBD 2021 dengan nilai anggaran Rp 147.977.455. dan ada lagi yang di duga penyelewengan dana anggaran yang lain.

Mahasiswa juga merasa di halang i oknum kadis perpustakaan saya mau masuk ke ruangan perpustakaan Madina, padahal perpustakaan Madina milik kita itu pernyataan mahasiswa di waktu di liput jurnalis Senin 01-02-2022. Mulai jam +- jam 11 siaang sampai selesai.

Mahasiswa kesal terhadap oknum kadis perpustakaan dan kearsipan daerah Mandailing Natal mereka merasa gak di tanggapi secara profesional karena sempat menyiku mahasiswa, jadi mahasiswa juga agak berkomentar oknum kadis tersebut jarang masuk ke kantor perpustakaan Madina.

Harapan mahasiswa GMPM Madina,

1. Meminta kepada Bupati Mandailing Natal untuk segera mencopot dan membekungkan kepala dinas perpustakaa dan ke arsipan Mandailing Natal terkait dugaan kurupsi anggaran pengadaan buku pada tahun 2020 dan 2021.

2.Meminta kepada kepala Dinas untuk bertanggung jawab atas pengadaan buku pada tahun 2020 dan 2021 , jika tidak bisa bertanggung jawab lebih baik mengundurkan diri.

3. Meminta kepada inpektorat Mandailing Natal untuk segera memeriksa kepala dinas perpustakaan dan kearsipan Mandailing Natal terkait dugaan kurupsi pengadaan buku yang bersumber dari APBD tahaun 2020 dan 2021 yang berkisa +- 600 Jt, Rupiah.
Itu harapan mahasiswa GMPM saat di compermasi jurnalis di tempat aksi damai.

Pelipu: O.R. Ray.

Mungkin Anda Menyukai