Ijazah Nya Biasa Saja , Yang Luar Biasa Kemampuan nya Dalam Menangkap Koruptor Kakap Dan Pemberantasan Korupsi

JAKARTA – Warta Polri- Adv.Roslan Sianipar SH Sekretaris Persatuan Advocat Indonesia ( Peradin ) Kota Tangerang Selatan menyikapi polemik berkepanjangan terkait dugaan ijazah palsu Jaksa Agung ,Kamis(30/9)

Sebagai Praktisi Hukum melihat adanya konspirasi besar dari para koruptor yang melakukan serangan balik untuk Jaksa Agung ST Burhanuddin dicopot dari Jabatan nya perlu kita ketahui Kinerja Kejaksaan Agung di bawah komando ST Burhanudin terbilang berani.

Banyak sudah kasus korupsi yang diusut dan penangkapan para koruptor maupun buronan Koruptor yang menjadi DPO berhasil ditangkap Satgas Tabur Kejaksaan ,

Beberapa waktu lalu Kejaksaan berhasil mengungkap kasus kakap yang melibatkan PT ASABRI dan Jiwasraya dan merugikan keuangan negara sampai triliunan rupiah.

Pada semester I tahun 2021 saja, ada 151 kasus yang ditangani di mana 363 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Salah satunya, anggota DPR RI yang juga mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.

Melihat masifnya pengusutan kasus korupsi oleh Kejagung, praktisi hukum Adv.Roslan Sianipar SH mengingatkan agar jajaran Korps Adhyaksa waspada. Pasalnya, sangat mungkin para koruptor melakukan serangan balik.

“Ini mulai terlihat dari isu ijazah Jaksa Agung. Isu ini sengaja digerakkan untuk mendeligitimasi dan mengganggu kinerja kejaksaan,” ujar Roslan Sianipar , kepada wartawan, Rabu (29/9).

Menurut Ketua Harian Barisan Pelopor Indonesia ini, dirinya tak habis pikir isu itu tetap dipersoalkan pihak tertentu meski Kejagung sudah memberi klarifikasi. Bahkan pihak tersebut sampai menyeret-nyeret nama Presiden serta meminta Menko Polhukam membentuk tim investigasi.

“Kuat dugaan ada motif di situ. Kalau sudah ada klarifikasi resmi secara kelembagaan, kenapa harus Jaksa Agung sendiri yang menunjukkan ijazahnya? Kan aneh!,” tegasnya.

Ia menyatakan, kinerja pemberantasan korupsi memang tidak akan pernah sepi dari para pengganggu. Apalagi pelaku korupsi rata-rata adalah orang kuat yang punya kendali atas uang dan kekuasaan.

Karena itu, ia meminta Jaksa Agung dan bawahannya tetap fokus bekerja sesuai amanah undang-undang. Selama pelaksanaan tugas dilakukan dengan benar, imbuhnya, tidak ada alasan untuk menghiraukan isu tersebut.

“Tidak ada yang boleh melemahkan kinerja pemberantasan korupsi termasuk yang ditangani kejaksaan,” tandasnya.

Ia meyakini, rakyat pasti mendukung kinerja Kejagung lantaran korupsi menjadi musuh bersama. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, kinerja Kejaksaan di berbagai tinggkatan menjadi kabar baik bagi masyarakat hingga daerah-daerah.
Kejaksaan saat ini menjadi primadona dalam penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi maka itu dibawah Kepemimpinan ST Burhanuddin Marwah Kejaksaan semakin terpercaya dan dipercaya masyarakat
(Sayid Muhammad)

Mungkin Anda Menyukai