Putusan Banding Jaksa cantik “Pinangki” ibarat mendapat durian runtuh, emas dan permata dalam jambangan. Diskon 6 (enam) tahun dan Kejagung tak banding.
Deputy MAKI Sumsel angkat bicara terkait discount vonis dan voucher tidak kasasi ini, “pertimbangan politik jauh lebih berharga dari supremasi hukum, saya yakin Pinangki punya kartu truf sehingga layak dapat discount hukuman dan voucher tidak kasasi”, ucap Deputy MAKI Sumsel Ir Feri Kurniawan.
“Keutuhan dan nama baik institusi hukum harus di jaga, mudarat kecil ditutupi untuk membuka mudarat yang besar itu dapat di maklumi”, kata Deputy MAKI melanjutkan komentarnya. “Banyak perkara besar di tangani Kejaksaan dan itu butuh kepercayaan masyarakat”, selanjutnya komen Deputy MAKI Sumsel.
“Seandainya saudari Piangki angkat bicara karena hukuman berat untuk dirinya akan sangat memojokkan institusi hukum dan menurunkan kepercayaan masyarakat kepada institusi hukum tentunya”, imbuh Deputy MAKI Sumsel.
“Seandainya Pinangki angkat bicara karena hukuman berat untuk dirinya, akan sangat memojokkan institusi hukum dan menurunkan kepercayaan masyarakat tentunya”, imbuh Deputy MAKI Sumsel.
“Yang lalu biarlah berlalu karena waktu yang akan membukanya dan “King Maker” akan menderita seumur hidupnya karena beban kebohongannya”, ucap Feri kembali.
“Dan yang menjalankan perintah tidak kasasipun akan selalu membawa beban dosa seumur hidupnya dan akan menjadi rasa bersalah ketika bersujud memohon kepada Tuhan”, ucap Deputy MAKI Sumsel.
“Mewakili teman – teman pegiat anti korupsi Sumatera Selatan, saya berharap kasus – kasus besar Sumsel seperti Bansos 2013, penjualana Gas Jambi merang, perkara masjid, hibah koni dan perkara – perkara korupsi Sumsel di tindak lanjuti dengan Istiqomah kepada Allah Yang Maha Esa”, pungkas Feri Deputy MAKI Sumsel.
Pewarta : Nazaruddin Siregar

