Oleh: Suranto OC
Wartawan WartaPolri
Pemilihan Presiden Republik lndonesia di tahun 2024 sudah banyak bermunculan wadah pendukung salah satu bakal calon Presiden menjelang hajat nasional penyelenggaraan pemilihan umum bersamaan dengan pemilihan calon legislatif di DPR/DPRD secara demokrasi.
Memasuki pasca pemilu, penetapan anggota Komisioner KPU (Komisi Pemilihan Umum) 2024 kini mulai tahapan pemilu setelah dilantiknya anggota KPU Pusat dan Bawaslu Pusat oleh Presiden Joko Widodo pada 2022.
Pemilu 2024 menghindari komflik masyrakat di tingkat kelurahan/desa dengan menguatkan rasa persaudaraan dalam kampanye 5 tahunan pesta demokrasi, dinamika politik di dalam kehidupan berbangsa.
Pada pilpres 2024 rakyat terbagi mendukung salah satu bakal calon Presiden dan Wakil Presiden di pertarungan nanti. Ada puluhan, ratusan bahkan ribuan kader simpatisan dari masyarakat melalui partai politik hasil pemilu 2019 mulai dukung untuk kursi R.I-1 dan R.l-2.
Dalam catatan wartapolri.com, sejumlah tokoh nasional mencuat di masyarakat media elektronik maupun media cetak nama-nama kandikdat masuk 10 besar seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Airlangga Hartarto, Sandiaga Uno, Puan Maharani, Agus Hari Yudoyono, Ridwal Kamil, Ganjar Pranowo, Khofifah lndar Parawansa dan Muhaimin.
Kesepuluh orang tersebut menanti restu Ketua Umum partai politik bersama kadernya di parlemen legislatif kini menerpa 5 parpol yakni PDIP, PKS, Partai Gerindra, Partai Golkar dan PKB di pemilihan presiden 2024.
Terkait dengan pemilu 2024, KPU memerlukan database kependudukan KK/KTP-el setelah WNl telah berusia 17, sudah kawin atau pernah kawin. Pelayanan KTP-el merupakan dokumen pendukung administrasi penduduk melalui perekaman dan pencetakan kartu tanda penduduk elektronik di kantor Dinas Dukcapil setiap provinsi, kotamadya/ kabupaten.
Perekaman dan penerbitan KTP-el terintegrasi dengan fasilitas kesehatan, pemakaman, urusan pindah-datang penduduk WNl status domisili dalam dan luar negeri dengan tidak melakukan perubahan data penduduk untuk pemilu.

