Waikabubak, wartapolri.com – Merajut kebersamaan dan silahturahmi dalam bingkai persahabatan, dilakukan Alumni dan Civitas SMA Swasta Kristen Waikabubak, menggelar syukuran peringatan hari ulang tahun ke-62 SMA Swasta Kristen Waikabubak, bertempat di Aula SMA Swasta Kristen Waikabubak, Sabtu (6/8/2022) sore.
Syukuran HUT ke-62 SMA Swasta Kristen Waikabubak, dengan tema “Together We Become Strong”, dihadiri oleh Bupati Sumba Barat, sesepuh alumni, Kasat Samapta Polres Sumba Barat, Pejabat Perwakilan Dandim 1613/Sumba Barat, para mantan Kepala Sekolah dan mantan Guru SMA Swasta Kristen Waikabubak, para alumni dari angkatan tertua hingga angkatan termuda.
Ketua Panitia Reuni Terbatas Alumni SMA Swasta Kristen Waikabubak, Hetty Rambu Podu menyampaikan bahwa kegiatan reuni ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan persahabatan para alumni SMA Swasta Kristen Waikabubak.

Hetty menuturkan, sebagai sekolah yang sudah cukup tua tidak diragukan lagi sekolah ini telah melahirkan generasi-generasi terbaik yang telah menjadi teladan dan andalan dalam berbagai segi kehidupan baik dalam keluarga maupun dalam kiprahnya di masyarakat, bahkan menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik, baik di Sumba maupun di luar Sumba.
“Di tengah tantangan perubahan jaman yang cukup pesat, puji Tuhan sekolah ini masih terus bertahan dan terus menunjukkan eksistensinya mencetak generasi-generasi yang unggul seperti visi SMA Swasta Kristen Waikabubak, “Membentuk pemimpin masa depan yang berilmu, berdaya juang tinggi, berbudi luhur dan takut akan Tuhan”.
Tentu saja untuk mempertahankan eksistensi dan mutu sekolah diperlukan pembuktian yang nyata dalam segala segi kehidupan yang secara khusus ditunjukkan oleh para alumni,” ujar Kepala SMA Swasta Kristen Waikabubak di hadapan Bupati dan para alumni.
Alumni SMA Swasta Kristen Waikabubak angkatan 98 itu, juga menyebutkan bahwa para alumni telah menunjukkan keunggulannya masing-masing dalam hal keteladanan, aktif menyumbangkan ide/gagasan bagi kemajuan daerah bahkan negara sekaligus menjadi eksekutor ide yang baik, memiliki keteguhan dan kerendahan hati serta menjadi ujung tombak dalam berbagai peran di masyarakat, memiliki jiwa kepemimpinan yang mumpuni, serta berbagai hal positif lainnya.
Hal ini menjadi kekuatan yang sangat penting yang mendorong sekolah ini untuk tetap eksis dan terus berjuang memberikan yang terbaik bagi generasi penerus yang unggul yang membawa kemajuan bagi daerah Sumba khususnya dan negara pada umumnya nya.
“Kiprah alumni menjadi sebuah tolak ukur bagi sekolah ini untuk lebih bersemangat menjaga api yang telah dinyalakan dan melakukan lebih lagi bagi pembentukan generasi bangsa ini.
Hal inilah yang melatarbelakangi kami untuk perlunya mengadakan suatu momentum untuk mempertegas “keberadaan” sekolah ini sehingga SMA Swasta Kristen Waikabubak tidak ragu dalam kiprahnya mencapai visi yang dimaksud,” pungkasnya
Kepala SMA Swasta Kristen Waikabubak itu menyebutkan hal khusus yang melatarbelakangi diadakannya kegiatan reuni terbatas para alumni jebolan SMA Swasta Kristen Waikabubak.
“Kegiatan ini adalah persyaratan akreditasi sekolah yang mewajibkan sekolah memiliki database alumni yang lengkap sehingga melalui momentum ini para alumni dapat memberikan data dirinya kepada pihak sekolah,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat membentuk ikatan emosional yang kuat antar-alumni, memper-erat tali persaudaraan antar-alumni dan bermuara pada terbentuknya suatu wadah alumni yang akan terus mendampingi, mendorong, dan turut terlibat secara aktif dalam seluruh perjalanan sekolah ini ke depan.
“Kiranya kegiatan ini bermanfaat buat kita semua, baik alumni, orang tua yang menyekolahkan anaknya di SMA Swasta Kristen Waikabubak maupun bagi Gereja dan Bangsa,” tutupnya.
Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade dalam sambutannya mengatakan bahwa SMA Swasta Kristen Waikabubak pada tahun ini genap berusia 62 tahun. Usia yang cukup panjang tersebut telah melahirkan generasi-generasi terbaik Pada Eweta Manda Elu yang berkiprah di berbagai bidang.
Lanjut Bupati, hal itu berarti kehadiran SMA Swasta Kristen Waikabubak juga turut berkontribusi bagi peningkatan sumber daya manusia serta peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumba Barat selama lebih dari setengah abad.
“Sekolah ini juga telah menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik di Sumba maupun di luar Sumba. Saya berharap di tengah tantangan perubahan jaman dan era globalisasi, SMA Swasta Kristen Waikabubak dapat terus mempertahankan eksistensi serta kualitas pendidikan guna membentuk pemimpin masa depan yang berilmu, berdaya juang tinggi, berbudi luhur dan takut akan Tuhan”, ujar Bupati Yohanis Dade.
Meningkatkan sumber daya manusia tidak terlepas dari bidang pendidikan. Menyiapkan generasi-generasi yang berkualitas melalui pendidikan yang bermutu, merupakan tekad yang harus kita sadari bersama. Kita harus memastikan anak-anak kita, memiliki kemampuan dan daya saing yang baik di tengah tantangan globalisasi.
“Untuk menciptakan pribadi yang cerdas, unggul dan berdaya saing merupakan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, sekolah, pendidik maupun orang tua serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kita harus bekerja dengan lebih keras lagi untuk melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kemajuan pembangunan di bidang pendidikan khususnya di Kabupaten Sumba Barat”, pesan Bupati Yohanis.
Bupati Yohanis Dade juga berharap Temu Alumni ini juga dapat menjadi ajang silaturahmi, serta dapat mempererat tali persaudaraan, keakraban dan kebersamaan yang telah terjalin, baik sesama angkatan maupun lintas angkatan. Kehadiran para alumni merupakan wujud kecintaan yang besar pada almamater yang telah berjasa dalam perjalanan hidup para alumni di bidang pendidikan. Para alumni merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sekolah ini.
Mengakhiri sambutannya Bupati Yohanis juga tak lupa mengajak kepada para alumni agar saling menopang dan melengkapi satu dengan yang lain untuk dapat memberikan sumbangsih yang nyata bagi kemajuan almamater dan juga memajukan Sumba Barat tercinta.
Mewakili alumni jebolan SMA Swasta Kristen Waikabubak, Drs. Julianus Pote Leba menyampaikan jika dianalogikan dengan manusia, SMA Swasta Kristen Waikabubak ini sudah pensiun. Namun, menurutnya SMA Swasta Kristen Waikabubak tetap eksis kobarkan semangatnya.
Mantan Bupati Sumba Barat periode 2005 – 2010 itu menuturkan, di tengah kesulitan biaya dan tenaga, SMA Swasta Kristen Waikabubak masih tetap eksis hingga saat ini.
“Untuk mempertahan eksistensinya sekolah ini tidak bisa berjuang sendiri-sendiri, harus ada kekompakan semua para alumni. Sudah saatnya kita sebagai alumni membentuk wadah organisasi yang menghimpun seluruh alumni SMA Swasta Kristen Waikabubak. Wadah ini bertujuan untuk membangun sekolah ini,” kata Pote Leba.
Sekolah ini sudah cukup tua dan telah melahirkan generasi-generasi terbaik bahkan alumni SMA Swasta Kristen Waikabubak menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik, baik di Sumba maupun di luar Sumba.
“Para alumni telah menunjukkan keunggulannya masing-masing dalam hal keteladanan, aktif menyumbangkan ide/gagasan bagi kemajuan daerah bahkan negara sekaligus menjadi eksekutor ide yang baik, memiliki keteguhan dan kerendahan hati serta menjadi ujung tombak dalam berbagai peran di masyarakat, memiliki jiwa kepemimpinan yang mumpuni, serta berbagai hal positif lainnya,” tutur Julianus Pote Leba.
Pote Leba juga mengatakan bahwa SMA Swasta Kristen Waikabubak merupakan milik Jemaat GKS. Karena itu, Pote Leba menyampaikan agar para jemaat GKS harus terus mendukung dan mendoakan agar SMA Kristen Waikabubak terus meningkatkan eksistensinya.
“Kelemahan Jemaat GKS, menurut Pote Leba sangat jarang mendoakan sekolah ini. Padahal menurutnya adalah milik Jemaat GKS. Karena itu, ia berharap agar para pendeta GKS terus mendoakan sekolah ini. SMA Swasta Kristen Waikabubak, SMP Kristen, dan SDM merupakan aset Jemaat GKS,” Tuturnya.
Penulis : Anton Gallu

