GELAR PENCANANGAN GERAKAN BERSAMA PARA ORGANISASI DISABILITAS DAN SEKOLAH LUAR BIASA MALAH DISALAHKAN OLEH PANITIA

Makassar, Sulsel Wartapolri.com – Ketua DPD PERTUNI Sulawesi Selatan, Yoga Indar Dewa rencananya akan menghadiri undangan pencanangan gerakan bersama pelayanan Adminduk. Bagi penyandang disabilitas sesulawesi.

Kegiatan ini dilaksanakan di rujab gubernur Sulawesi Selatan, tepatnya di Baruga Pattingalloang. Undangan tersebut sangat ditanggapi baik dan hal tersebut itu dianggap sebagai etikad baik dari pemerintah provinsi Sulawesi Selatan, karena melibatkan organisasi-organisasi disabilitas dalam penentuan kebijakan dan pengambilan keputusan yang kemudian akan direalisasikan oleh pemerintah provinsi Sulawesi Selatan, belum lama ini Jumat 29/07/2022.

Karena di dalam undangan tersebut, terlampir sejumlah organisasi disabilitas dan sekolah luar biasa sebagai tamu pada kegiatan kali ini, yang jika merujuk dalam surat undangan bahwa atas sepengetahuan bapak
Gubernur provinsi Sulawesi Selatan dan sekertaris daerah provinsi sulawesi selatan. Yang bertanda tangan di dalam surat undangan yakni bapak Dr. Abdul Hayat. M.Si.

Namun saat sampai di tempat kegiatan, ketua DPD PERTUNI Sulawesi Selatan terkejut saat terlihat situasi yang suda sepi. Begitu pula seorang senior pergerakan yang akrab disapa Kak Anca malah mereka sudah bersiap untuk pulang dari kegiatan yang sudah tidak ada tamu undangan lagi.

Merurut ACCA sebagai tamu undangan “Saya ke sini acara suda selesai dari tadi” jelasnya,. “saya tidak sempat ikut apa-apa,” tuturnya yang sering disapa kak Ancca atau yang nama aslinya Hamsa tandasnya.

Kemudian perkataan Hamsa itu dibenarkan pula oleh seorang pekerja di rujab gubernur yang sedang berada di tempat acara tersebut.

Mengingat adanya sejumlah tamu undangan yang merasa kecewa saat berada di tempat namun acara tersebut sudah selesai , Sehingga menghubungi sejumlah oganisasi disabilitas lain yang namanya turut terlampir di surat undangan, PERTUNI Sulawesi Selatan mendapatkan info bahwa sebagian besar dari organisasi disabilitas yang telah diundang pun datang saat kegiatan “namun katanya” sudah berakhir. pada hal berdasarkan jadwal dan waktu didalam undangan tamu sesudah sesuai katanya.

Bahkan salah satu perwakilan organisasi disabilitas yang mencoba berkomunikasi dengan panitia mengaku justru mereka disalahkan balik oleh panitia, karena dianggap keliru datang tanpa melakukan konfirmasi….ada apa…? Undangan sudah sesuai jadwalnya jelasnya.

Kesalahan terletak pada surat undangan yang diterima yang menunjukkan acara dimulai pukul 14.00 sampai dengan selesai, padahal kegiatan tersebut katanya berlangsung beberapa jam sebelum waktu yang tercantum di surat undangan yang bertanda tangan bapak Dr. Abdul Hayat. M.S.i tadi.

Lantas jika sebagian besar organisasi disabilitas tidak menghadiri kegiatan tersebut dikarenakan kesalahan penulisan di surat, atau mungkin waktu kegiatan yang dimajukan tanpa konfirmasi seberapa banyak masukan yang didapatkan oleh pemerintah provinsi Sulawesi Selatan pada kegiatan tersebut? Apakah kegiatan itu kemudian hanya sebatas formalitas, meski ada anggaran negara yang mungkin turut digunakan? Kerugian karena kesalahan-kesalahan kecil ini mungkin sedikit, tapi alangkah baiknya jika kegiatan yang dilaksanakan dan telah memakan baik tenaga dan anggaran pemerintah berjalan efektif.

DPD PERTUNI Sulawesi Selatan berharap kedepannya kegiatan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan bisa berjalan dengan sistematik, profesional dan serius agar tidak terjadi kesalahan yang sama.

Dari Makassar, Firdaus,Onil, Media Wartapolri.com mengabarkan.

Mungkin Anda Menyukai