KEPALA KANTOR KPPN LHOKSEU MAWE ADAKAN SIARAN PERS

Lhokseumawe.Warta-Polri 13Juli 2022 Menurut laporan yang disampaikan oleh Kepala KPPN Lhokseumawe selaku Kuasa BUN Daerah mengelola DIPA senilai Rp 3.726.583.687,00 dengan rincian: Belanja K/L senilai Rp 2.149.439.841.000,00 atau sebesar 57,68% dari total pagu, sedangkan pagu belanja transfer senilai Rp 1.577.143.846.000,00 atau sebesar 42,32% dari total pagu. Total anggaran belanja yang

telah disalurkan sampai 30 Juni 2022 adalah Rp 1.676.333.762.088,- atau 44,98% dari pagu dengan rincian realisasi belanja K/L senilai Rp 924.447.956.583,00 atau sebesar 43,01%, sedangkan realisasi belanja transfer senilai Rp 751.885.805.505,00 atau sebesar 47,67%. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, tingkat penyerapan belanja K/L mengalami penurunan sebesar minus 2,51% dari 45,52%; sementara penyerapan belanja TKDD meningkat sebanyak 11,03% dari 36,65% di tahun 2021.

Belanja K/L tersebar pada 101 satker mitra KPPN Lhokseumawe yang merupakan unit vertikal dari 18 Bagian Anggaran (BA). Pagu terbesar terdapat pada Kementerian Pertahanan (BA : 012) senilai Rp 808.834.318.000,00 atau sebesar 37,63% dari pagu belanja K/L. Per 30 Juni 2022 realisasi tertinggi juga terdapat pada BA : 012 senilai Rp365.859.188.209,00 atau sebesar 17,02% dari pagu belanja K/L.

Dilihat dari jenis belanja, belanja pegawai menjadi porsi terbesar dengan nilai Rp 1.527.571.315.000,00 atau sebesar 71,07% dari pagu belanja K/L, diikuti belanja barang sebesar Rp 482.478.541.000,- (22,45%), belanja modal sebesar Rp 133.377.385.000,- (6,21%), dan belanja bantuan sosial sebesar Rp 2.989.800.000,- (0,28%). Penyerapan anggaran belanja pegawai hingga semester I 2022 mencapai Rp 709,85 miliar atau 46,47% dari pagu,

menurun sebesar -3,18% (senilai Rp 32,56 miliar) dari periode yang sama tahun 2021 (yoy). Hal ini disebabkan pembayaran gaji ke-13 tahun 2022 dilakukan pada bulan Juli 2022 sedangkan pada tahun 2021 dilakukan pada bulan Juni 2021. Tingkat penyerapan belanja barang sebesar 36,49% dengan nilai  Rp 176,07 miliar , naik Rp Rp 1,19 miliar dari semester 1 tahun 2021, namun secara persentase menurun 0,71%. Belanja modal telah disalurkan sebesar Rp 35,53 miliar

atau 26,64% dari pagu. Jumlah ini meningkat 6,69% dari periode semester I 2021 atau senilai Rp 17,62 miliar. Kenaikan ini disebabkan oleh bertambahnya pagu anggaran dan percepatan proses pengadaan barang/jasa yang dilakukan satker. Penggunaan Belanja Modal Tahun 2022 paling besar untuk pekerjaan Pembangunan Gedung, baik Gedung kantor, gedung perkuliahan dan gedung sejenisnya. Sementara, penyerapan belanja bantuan sosial tahun 2022 sama dengan

tahun 2021 yaitu sebesar Rp 2,99 miliar karena jumlah penerima bantuan dan besaran yang diperoleh oleh penerima bantuan   masih sama.
Selainmenya lurkan belanja K/L, KPPN Lhokseumawe juga menyalurkan belanja transfer untuk Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bireuen dan Kota Lhokseumawe

yang terdiri dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik dan Dana Desa. DAK Fisik telah salur sebesar Rp 48,49 miliar atau 17,64% dari pagu sebesar Rp 274,96 miliar dengan penyaluran tertinggi ke Pemda Kab.Aceh Utara sebesar Rp 45,23 miliar, diikuti Kota Lhokseumawe sebesar Rp 3,26 miliar, sedangkan ke pemda Kab. Bireuen masih

nihil. DAK Non Fisik telah salur sebesar Rp 121,75 miliar, dengan rincian untuk Kab.Aceh Utara sebanyak Rp  66,06 miliar, Kab. Bireuen Rp 37,79 miliar dan Kota Lhokseumawe sebesar Rp 17,90 miliar. Sedangkan Dana Desa telah salur sebesar Rp 581,64 miliar atau 52,70% dari pagu Rp 1,1 triliun dengan jumlah penyaluran sebesar Rp 257,53 miliar ke Kab.Aceh Utara (42,39% dari pagu), Rp 289,08 (65,52%) untuk Kab.Bireuen dan sebanyak Rp 34,29 miliar (63,60%) ke Kota Lhokseumawe.

Berdasarkan rencana penarikan dana bulanan pada halaman III DIPA, KPPN Lhokseumawe memperoleh perkiraan realisasi s.d. triwulan III T.A. 2022 senilai Rp 2.677.343.274.737,00 (71,84% dari total pagu). Perkiraan realisasi belanja K/L senilai Rp 1.534.780.827.232,00 dan belanja transfer ke daerah senilai Rp 1.142.562.447.505,00. Lebih rinci lagi, perkiraan realisasi berdasarkan jenis

belanja, yaitu belanja pegawai senilai Rp 1.108.307.119.449,00, belanja barang senilai Rp 329.011.240.019,00, belanja modal senilai Rp 91.679.035.764,00, belanja bantuan sosial senilai Rp 5.783.432.000,00, DAK Fisik senilai Rp 119.726.655.500,00, DAK Non Fisik senilai Rp 165.261.951.891,00 dan Dana Desa senilai 857.573.840.114,00.katanya.  (M)

Mungkin Anda Menyukai