Mandailing Natal, Wartapolri- NNB IKANAS (Naposo Nauli Bulung Ikatan Keluarga Nasution Dohot Anak Boruna), HM MADINA (Himpunan Mahasiswa Mandailing Natal) JAKARTA, dan IKAMMUS (Ikatan Mahasiswa Musthafawiyah) JAKARTA melaksanakan Webinar Nasional 2 Tokoh Mandailing
Dengan mengangkat tema “Peran Syeikh Musthafa Husein Nasution dan Willem Iskander Nasution dalam Memajukan Pendidikan Nasional”. Kegiatan yang diikuti kurang lebih 300 lebih peserta
Ini dilaksanakan melalui Virtual Zoom Meeting dan Live sttreming Youtube 300 akun serta dilaksanakan secara Hybride langsung di gedung Pusat TIK Nasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari Sabtu, 12 Maret 2022 kemaren.
Kita sebagai penerus bangsa indonesia dan generasi muda Sumatera Utara harus bangga karena banyak tokoh Nasional yang lahir dari daerah yang tersebar di Provinsi Sumatera Utara banyak tokoh Sumatera yang konsen dalam perjuangan yang berbeda-beda dari tokoh pergerakan kemerdekaan, tokoh pendidikan, tokoh gerakan politik serta tokoh didunia pendidikan dan lain-lain.
Mandailing mempunyai dua tokoh yang juga sangat berpengaruh pada dunia pendidikan yaitu Willem Iskander dan Syeikh Musthafa Husein Nasution. Mereka merupakan tokoh pendidikan berasal dari Mandailing yang terlupakan.
Kedua tokoh tersebut telah banyak memberikan kontribusi nyata di bidang pendidikan.
Willem Iskander, seorang tokoh pendidikan nasional jauh sebelum Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa pada Tahun 1922, Willem Iskander telah mendirikan beberapa lembaga pendidikan untuk melahirkan guru-guru diantaranya yang berbasis kerakyatan yang disebut dengan Kweekschool (sekolah guru) Tanobato, Mandailing Natal pada Tahun 1862.
Sebelumnya ia telah mendirikan Kweekschool Surakarta pada Tahun 1851, Kweekschool Fort de Kock di Bukittinggi pada Tahun 1856, namun murid-murid di sekolah tersebut berasal dari golongan bangsawan.
Adapun Syeikh Musthafa Husein Nasution, mendirikan Pondok Pesantren tertua di Sumatera yaitu pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal yang berdiri sampai saat ini dan jumlah murid yang belajar di pesantren tersebut berjumlah kurang lebih 15 ribu santri, dengan berdiri 1 abad lebih dan telah mencetak banyak ulama indonesia dan alumni Musthafawiyah tersebar di seluruh Indonesia,
khususnya di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Aceh, Riau, Jambi. Di antara mereka ada juga yang melanjutkan studi ke Mesir, Suriah, Yordania, Yaman, India, Makkah, Maroko, Sudan, Pakistan.
Wakil Bupati Mandailing Natal Ibu Atika Azmi Utammi : “keberadaan dua tokoh ini seperti terlupakan dalam sejarah nasional, padahal keduanya telah mempeloporkan dunia pendidikan dari dunia pendidikan konvensional dan pendidikan islam kita harus gaungkan semangat perjuangan mereka yang bergitu luar biasa, dari mandailing untuk nasional”
Lanjut Atika bahwa kegiatan webinar nasional ini penting dilakukan sebagai inspirasi agar kelak lahir tokoh-tokoh baru muda yang membanggakan mandailing natal ucapnya.
Ia berharap dengan webinar ini bisa menambah informasi dan referensi serta membuka pintu pengetahuan yang luas dari ruang lingkup Historis, Filosofis hinga Sosiologis bagi masyarakat mandailing, sumatera utara dan khususnya masyarakat indonesia.
(Okis Ray)

