Muktamar DDI Ke-XXI, KH Andi Syamsul Bahri Galigo, Kembali Terpilih Ketua Umum PB DDI Periode 2022-2027

SAMARINDA-Muktamar Darud Da’wah wal-Irsyad (DDI) ke-XXII digelar di Kampus UIN Sultan Aji Muhammad Idris, Samarinda kembali dipercayakan AG.Prof.DR.H. Andi Syamsul Bahri Galigo, MA, terpilih sebagai Ketua Umum PB DDI periode 2022-2027, Selasa (22/2/2022).

Terpilihnya kembali, AG H Andi Syamsul Bahri sebagai Ketua Umum, PB DDI sesuai dengan keputusan Majelis Syuyukh, yang dilaksanakan diakhir acara Muktamar ini. Seyogyanya Muktamar dilaksanakan selama 3 (tiga) hari ini, dipersingkat sehari saja, mestinya berakhir, Kamis (24/2/2022), dikarenakan kondisi pandemi, kegiatan Muktamar berakhir pada, Selasa (22/2/2022) malam.

<p>Kegiatan Muktamar DDI XXII ini, dimulai dengan malam ramah tamah, Senin (21/2/2022), dilanjutkan dengan beberapa penetapan agenda kegiatan Muktamar akan digelar.

Muktamar kali ini dibuka Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin, melalui zoom virtual, menyatakan Darud Da’wah Wal-Irsyad (DDI) dengan cabang di 17 provinsi, puluhan pondok pesantren, ribuan madrasah, dan 12 perguruan tinggi di berbagai daerah, membuatnya memiliki pengaruh kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Untuk itu, DDI diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya memperbaiki kualitas pendidikan bagi generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

“Saya berharap, melalui semua institusi pendidikan di bawah naungannya, DDI dapat menjadi mitra pemerintah untuk terus memperbaiki mutu pendidikan bagi generasi penerus bangsa,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin.

Wapres menuturkan, pengembangan SDM unggul saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah, karena SDM unggul merupakan kunci untuk mewujudkan visi Indonesia maju.

Sedangkan mutu SDM, menurutnya diantaranya ditentukan oleh pendidikan dan karakter yang kuat.

Untuk diketahui, Darud Da’wah wal-Irsyad (DDI) didirikan oleh Anregurutta K.H. Abdurrahman Ambo Dalle, mulanya dalam bentuk pesantren yang diberi nama Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI) Mangkoso pada tanggal 21 Desember 1938, lalu dikembangkan menjadi organisasi dalam pertemuan alim ulama di Watang Soppeng pada tanggal 7 Februari 1947 dengan nama Darud Da’wah wal-Irsyad (DDI), dan nama itulah yang digunakan hingga sekarang. (**)

Mungkin Anda Menyukai