Oleh: Lenny Anita, S.Pd.I
Guru PAI SMP Negeri 7 Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur
Sekolah harus memberikan pelayanan yang sama kepada peserta didik untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. Dengan adanya pendidikan equal for all, diharapkan semua peserta didik dapat diperlakukan sama tanpa dibedakan tingkat kepintarannya, ekonominya, dan latar belakangnya. Dengan adanya perlakukan yang sama oleh guru, peserta didik akan merasa nyaman dalam mendapatkan pendidikan, karena pendidikan itu adalah hak semua orang tanpa terkecuali.
Dalam mengajar, guru harus memperlakukan peserta didik secara adil.
Guru harus memiliki sikap inklusif yakni sikap menyatu dengan peserta didik, selalu bersama peserta didik, dan paham bahwa peserta didik memiliki perbedaan, baik dari segi fisik, material, dan latar belakang yang berbeda (Gurusukses.com). Dalam kegiatan belajar mengajar, ketika guru menyampaikan materi, tentu ada peserta didik yang cepat memahami ataupun lambat dalam mencerna yang disampaikan guru.
Guru inklusif mampu merangkul peserta didik dalam keadaan apapun, tidak membeda-bedakan antara peserta didik yang satu dengan lainnya, berusaha dengan bermacam cara untuk menemukan jalan keluar dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik. Sehingga, guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar bersama peserta didik akan berjalan lancar dan menyenangkan.
Guru harus bersifat inklusif agar peserta didik di dalam kelas merasa bernilai dan memiliki kemampuan untuk melakukan tugas dengan baik. Guru harus bersikap adil terhadap peserta didik, sehingga, peserta didik tidak merasakan adanya perbedaan dari perlakuan guru. Perlakuan yang adil akan membuat peserta didik merasa nyaman dan aman berada di dekat guru.
Guru yang baik dan disenangi oleh peserta didik menurut (https://pahamify.com) adalah pertama, mampu menjelaskan materi sesuai perannya yaitu mengajar sehingga mudah difahami oleh peserta didik; kedua, mengenali peserta didik yaitu peserta didik akan merasa dihargai jika guru dapat mengenalinya dengan baik; ketiga, tidak membandingkan antara peserta didik yang satu dengan lainnya; keempat, mampu memposisikan diri dalam berbagai situasi baik itu sebagai guru maupun sebagai orang tua kedua bagi peserta didik; kelima, dapat menjadi tempat bercerita yaitu selain mampu mendengarkan cerita peserta didik dengan baik, guru tersebut dapat dipercaya untuk menjaga kerahasiaan ceritanya.
Untuk mencapai itu, guru harus memperlakukan peserta didik dengan baik
Guru harus menghargai perbedaan yang ada pada diri peserta didik. Guru berusaha untuk menyesuaikan cara mengajarnya dengan cara belajar peserta didik. Dengan dasar bahwa setiap peserta didik adalah unik dan berbeda, maka guru harus menggunakan berbagai cara untuk membuat peserta didik merasa nyaman.
Salah satu cara tersebut adalah guru melakukan pendekatan kepada peserta didik dengan memberikan perhatian, pembelajaran aktif dengan melibatkan peserta didik secara, efektif dan menyenangkan. Sehingga, peserta didik termotivasi dalam mengikuti setiap langkah kegiatan pembelajaran.

