Oleh: Syafaruddin, S.Pd. M.Ed
(Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur dan Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia Kabupaten Aceh Timur)
Guru merupakan sumber daya manusia utama dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dengan keberadaan guru, pendidikan akan menjadi lebih hidup dan berwarna, karena guru membawa nuansa kehidupan yang lebih bervariasi di dalam pembelajaran. Guru tidak hanya mengajar, namun guru juga memberikan contoh tauladan baik kepada peserta didik. Sehingga, peran guru sangat dibutuhkan dan harus dipenuhi untuk mencapai tujuan pendidikan secara komprehensif.
Memiliki kemampuan dalam bidangnya mutlak harus dipenuhi oleh seseorang ketika akan menjadi guru. Pengetahuan inilah yang menjadi sumber utama guru untuk membagi ilmunya kepada peserta didik. Ketika guru tidak menguasai pengetahuan yang memadai, mengakibatkan ilmu yang disampaikan akan salah dan tidak sesuai dengan yang diharapkan, sehingga, guru akan menyesatkan peserta didik. Untuk itu, guru harus terus belajar dan menggali pengetahuan di bidangnya lebih dalam agar dapat menyampaikan pengetahuan yang up to date kepada peserta didik.
Seorang guru harus memiliki pengetahuan bagaimana cara atau memiliki strategi mengajar yang baik, sehingga dapat menggerakkan keinginan belajar peserta didik di ruang kelas. Dengan adanya strategi mengajar yang baik, guru akan dengan mudah membagi ilmu pengetahuan yang dikuasainya kepada peserta didik.
Tidak semua orang dapat menjadi guru karena tidak semua orang memiliki ilmu pedagogik (kemampuan cara mengajar). Guru yang tidak memiliki ilmu pedagogik, cenderung mengajar apa adanya, mengajar sesuka hati, dan tidak memiliki beban dipundaknya apakah peserta didik akan mengerti atau tidak.
Guru harus memiliki kepribadian yang baik, karena peserta didik cenderung mencontoh gurunya, berupa tauladan dan tindak tanduk dalam berperilaku di sekolah. Seorang guru harus disiplin, selalu rapi, memiliki integritas, sopan santun, saling menghargai, dan berkarakter baik. Seorang guru yang kepribadiannya tidak baik akan bertindak sesukanya, masuk mengajar sekedar memenuhi jam pertemuan, dan memakai pakaian yang tidak rapi ke sekolah.
Guru seperti ini tidak dapat disebut sebagai seorang guru, karena tidak mencontohkan hal baik kepada peserta didiknya.
Sikap Sosial dari seorang guru juga dapat dinilai dari kepeduliannya terhadap warga sekolah. Ketika guru melihat peserta didik dalam keadaan sedih atau menyendiri, pasti guru tersebut akan berempati dan mendatangi peserta didik untuk mencari tahu apa penyebab kesedihan tersebut. Kemudian, guru akan mendengarkan dan memberi motivasi kepada peserta didik untuk lebih tegar dalam menghadapi hidup.
Sedangkan guru yang tidak peduli, dia hanya melihat peserta didik sebagai orang lain yang tidak perlu diambil hati untuk difikirkan. Apapun yang peserta didik lakukan, tidak akan berpengaruh terhadap diri guru tersebut. Padahal kepedulian guru sangat berarti bagi peserta didik walupun hanya sedikit.
Guru yang kompeten akan memiliki sikap ingin tahu dan terus belajar untuk meningkatkan kompetensinya agar tidak ketinggalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini.
Guru akan terus memperbaiki dirinya melalui kegiatan-kegiatan positif seperti diskusi bersama dengan teman sejawat dan kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi pengembangan diri guru. Sementara guru yang inkompeten, tidak akan peduli dengan peningkatan kemampuan profesionalismenya.
Guru tersebut hanya bertahan pada pengetahuan yang dimilikinya dan merasa puas dengan pengetahuan tersebut. Seyogyanya, guru sebenarnya yakni guru yang terus mengejar pengetahuan dan terus berkarya untuk dapat memotivasi peserta didiknya menjadi lebih baik.
Jadilah guru yang profesional dengan memiliki kemampuan mengajar yang kreatif dan inspiratif agar peserta didik pun menjadi inovatif. Guru juga harus memilki kepribadian dan sosial yang baik, sehingga, peserta didik akan terus mengingat guru sebagai seorang pahlawan yang paling berjasa di dalam hidupnya untuk mencapai cita-citanya menjadi orang yang berguna bagi orang tua, agama, serta negaranya.
Jelaslah, guru yang memiliki profesionalisme yang mumpuni, kemampuan pedagogik yang baik, kepribadian yang menjadi tauladan, dan sikap sosial yang tinggi akan berbeda dengan guru yang tidak memiliki karakter baik.
An inspiring teacher becomes a legend in his students’ minds.

