Borong Matim NTT Wartapolri- Diduga CV Kukuh Abadi selaku pengawas bersama CV Radithya Pratama, selaku kontraktor pelaksana, bersekongkol, mengerjakan Lapisan Penetrasi (Lapen), diruas jalan Benteng Jawa Heret Bawe, segmen SP Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), asal jadi.
Dugaan bersekongkol, yang dilontarkan warga pengguna seperti itu, lantaran hasil pembangunan lapen ruas jalan benteng jawa heret bawe yang dikerjakan oleh cv radithya pratama selaku kontraktor pelaksana tahun 2021 lalu, dengan pagu dana Rp744.704.700, usia nya masi 4 bulan tapi sudah mulai rusak.

Kepada tim wartapolri, warga pengguna saat ditemui dilokasi ruas jalan, yang nama mereka enggan disebut belum lama ini mengatakan, bahwa wajar pak, kalau kami warga masyarakat menduga nya seperti itu, karena terbukti hasil pengerjaan aspal ini, masi 4 bulan saja, tetapi kondisi nya sudah rusak seperti ini.
“Sebab kalau cv kukuh abadi selaku pengawas pekerjaan proyek ini, tidak bersekongkol dengan kontraktor pelaksana, maka pihak kontraktor pelaksana, dalam melaksanakan pekerjaan nya, pasti tidak asal jadi, pasti hasi nya kuat dan tahan lama, tidak cepat rusak seperti ini”. duga Mereka.

“Lanjut mereka, kan, pengawas di biayai oleh uang negara untuk mengawas pengerjaan proyek inj, semesti nya mereka selaku pengawas, menjalankan fungsi mereka untuk meng-kawal pekerjaan sehingga kontraktor benar benar bekerja dengan sungguh sungguh, tidak asal jadi seperti ini”. tandas Mereka.
Padahal ruas jalan ini,tambah mereka (warga red), termasuk ruas jalan sepih, jarang melewati kendaraan roda empat, tapi kok cepat rusak?, tentu karena tidak ada nya pengawas atau diduga karena telah bersekongkol, sehingga membiarkan pekerjaan kontraktor pelaksana melakukan pekerjaan nya asal sudah jadi.ujar Mereka.

Seperti yang telah diberitakan wartapolri sebelum nya, pada edisi 31/01/2022, yang berjudul “CV Radithya Pratama Goyang Kaki, Lapen Yang Dikerjakan nya Mulai Rusak”.dan pada paragraf 8, “hasil penelusuran tim wartapolri disepanjang ruas jalanJum’at 28/01/2022 pukul 16 hingga 5 sore wita, hampir seratus meter lebih, nampak terdapat titik titik aspal nya baik di badan jalan maupun pada bahu jalan,aspal nya mulai bergelembung dan pecah pecah serta sebagian titik aspal tersebut mulai hancur terkelupas”.
Hingga berita ini dinaikan, pihak pengawas dan kontraktor pelaksana, belum berhasil dikonfirmasi, lantaran nomor seluler dan keberadaan mereka tidak diketahui.
Begitu pula dengan pihak PPK Dinas PUPR Matim, hingga berita ini dinaikan nomor hendpon genggam nya tidak dapat di hubungi. Bersambung. (tim wartapolri).

