CV Radithya Prakasa Goyang Kaki, Lapen Yang Dikerjakan nya Mulai Rusak

Borong Matim NTT Wartapolri- CV Radithya Prakasa, bersenang senang sambil goyang kaki, sedangkan Lapisan Penetrasi (Lapen), ruas jalan Benteng Jawa Heret Bawe, yang dikerjakan nya mulai rusak.

Lapen tersebut, merupakan peningkatan ruas jalan Benteng Jawa – Heret – Bawe, segmen SP Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan nama perusahaan CV Radithya Prakasa, selaku kontraktor pelaksana, dan selaku pengawas oleh CV Kukuh Abadi, anggaran tahun 2021, dengan pagu dana Rp744.704.700.

Kepada tim wartapolri, beberapa warga pengguna yang sedang melintasi jalan saat ditemui dilokasi aspal rusak, Jum’at 28/01/2022, yang nama mereka tak disebut, mengatakan, bahwa aspal tersebut selesai dikerjakan nya, pada 4 bulan lalu.

“Usia aspal ruas jalan ini belum lama pak, masi baru, tapi kini kondisi nya sudah mulai rusak, cek saja pak, hampir seratus meter kondisi aspal nya sudah mulai bergelembung dan pecah pecah”. aku mereka.

“Kami selaku warga masyarakat pengguna ruas jalan ini, sangat kecewa dengan pihak kontraktor yang mengerjakan aspal ini, karena tidak mengutamakan mutu dan kwalitas baik, malah menunjukan hasil buruk seperti ini”. ungkap kecewa mereka.

Lanjut mereka (warga), yang enak meraup keuntungan dari proyek ini, adalah pihak perusahaan CV Radithya Prakasa, sedangkan yang menikmati aspal rusak, kami masyarakat pengguna. sinis mereka.

Tambah mereka, disana kontraktor bersenang senang bergoyang kaki, menikmati keuntungan besar dari pagu anggaran proyek, tetapi disini mutu aspal yang dikerjakan nya, mulai rusak, dan yang merugikan adalah kami masyarakat pemanfaat. Dan ini karena lemah nya konsultan pengawas dalam.melaksanakan pengerjaan proyek ini. tutup mereka.

Hasil penelusuran tim wartapolri disepanjang ruas jalan, Jum’at 28/01/2022, pukul 16 hingga 5 sore wita, hampir seratus meter lebih, nampak terdapat titik titik aspal nya, baik di badan jalan maupun pada bahu jalan, mulai bergelembung dan pecah pecah serta sebagian titik aspal tersebut mulai hancur terkelupas.

Hingga berita ini dinaikan, pihak kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas, belum berhasil dikonfirmasi, lantaran nomor seluler dan keberadaan mereka tidak diketahui.

Begitu pula dengan pihak PPK Dinas PUPR Matim, hingga berita ini naik, nomor hendpon genggam nya tidak dapat dihubungi. Bersambung. (tim wartapolri)

Mungkin Anda Menyukai