Walikota Jakarta Barat Petakan Prioritas Penanganan Banjir, Camat dan Lurah Kirimkan Foto WhatsApp Genangan Air Hujan

Jakarta (wartapolri.com)- Penanganan banjir di 56 kelurahan pada akhir tahun 2021 hingga diperkirakan sampai Maret 2022 pasca musim penghujan, Walikota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko  telah memetakan lokasi rawan banjir di 8 Kecamatan dibawah pengendalian tim khusus untuk mengcover wilayah melalui pejabat kantor Walikota yakni Bagian Asisten Kesra, Bagian Asisten Ekonomi -Ebang dan Bagian Asisten Pemerintahan.

Pria yang kerap disapa Yani, memaparkan kepada awak media pada Senin (15/11/2021) “Pihaknya akan berkordinasi dalam melakukan kegiatan terkait memetakan kawasan yang menjadi prioritas penanganan banjir di tahun 2021” paparnya. Data yang diperoleh wartapolri.com, menyebutkan ditahun 2021 ada beberapa wilayah jadi prioritas penanganan banjir seperti Kelurahan (Rawabuaya, Duri Kosambi, Semanan, Kedoya Utara) dan kawasan Patra Kebon Jeruk, Green Garden Jakarta Barat.

Pantauan media ini saat menelusuri lokadi pinggir sungai di wilayah Kecamatan Taman Sari pada Jumat sore (19/11/2021) seperti sisi kali dari Blandongan-Krukut RT 003/RW 03 Kelurahan Krukut, RT 009/RW 010, RT 011/RW  06 dan RT003/RW 03 Kelurahan Keagungan terlihat belum dilakukan turap tanggul beton file sehingga air kali dengan cepat menggenang permukiman penduduk sekitarnya.

Menurut salah satu warga yang yang ditemui ketika melintas di jalan MHT arah sungai Krukut, menjelaskan “Alhamdulillah..saat hujan turun dibulan Oktober-Nopember 2021 disekitar sini genangan air kali naik hanya beberapa sentimeter tingginya” jelas pria di RT 005/03 Krukut yang keberatan menyebutkan namanya. la mengaku keberadaan dirinya di kampung Talib ini hanya ngontrak rumah, “Kalau ditahun 1998-1999 kawasan sekitar sini terendam air hujan hingga 30 cm sampai 50 cm ketinggian dari kali krukut, beneran pak” akunya.

Upaya penanganan bencana banjir di Jakarta, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat kini gencar membuat sumur resapan untuk menampung air saat hujan turun. Pemprov DKl Jakarta mengklaem telah membangun sekitar 18.111 sumur resapan air dari yang ditargetkan 26.000 sumur resapan guna mengantisipasi banjir.

Selain program pemetaan kawasan rawan banjir kemudian Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat mebangun sejumlah sumur resapan dan intruksikan para Camat dan Lurah terus melakukan pembersihan saluran air, tali air, gorong-gorong oleh satuan kerja petugas SDA (Sumber Daya Air) Kecamatan masing-masing serta peran aktif petugas PPSU di setiap kelurahan. Penanganan antisipasi banjir juga dilakukan dengan pembuatan Waduk, pengerukan lumpur di sungai, siaga piket  pintu air pompa stasioner dan mobile pompa Damkar untuk penanganan volume tingginya air hujan ketika banjir.

Tahun anggaran 2021, Pemerintah Kota Administradi Jakarta Barat bersama Dinas DPU Pemerintah DKl Jakarta melakukan pengerukan sejumlah sungai seperti di kali Krukut-Blandongan Kecamatan Tanan Sari menggunakan mobil bekco yang dikenal sebutan alat berat pengeruk lumpur yang dikerjakan pada malam hari hingga dinihari.

Menurut Veronica (24) warga sekitar permukiman RW 02 Glodok Kecamatan Taman Sari Jakarta Barat, mengaku “Kemarin hujan turun sangat lebat di lingkungannya tetapi jalan sini tidak terendam air banjir seperti dua tahun lalu ketinggian air banjir sekitar 30 cm-35 cm.

*Suranto OC

Mungkin Anda Menyukai