WAKIL KETUA FRAKSI PKS DPRD SUMUT, MINTA PENYELENGGARA BINJAI MILENIAL MARKET BERTANGGUNG JAWAB

Kota Binjai, WartaPolri.Com – Sehari diresmikan, pusat wisata kuliner dan arena permainan keluarga ‘Binjai Milenial Market’ yang berlokasi di lapangan bola asrama 121, Jalan Tengku Amir Hamzah, timbulkan berbagai kontroversi. Pasalnya pertunjukan tarian sexy dance waria di malam grand opening jadi perbincangan hangat publik.

 

Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sumatera Utara (Sumut), Hendro Susanto, meminta pihak penyelenggara harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Menurutnya, masih banyak cara cara yang elegan untuk menghibur masyarakat.

“Masyarakat Binjai ini warga yang religi, harusnya pihak penyelenggara atau EO sudah paham akan hal itu. Dan yang paling berbahaya tarian itu ditonton oleh anak-anak, tampak dari video viral yang tersebar, ini memalukan,” ungkapnya.

Hendro menilai, seharusnya penyelenggara bisa menampilkan hiburan dengan konten yang edukatif yang bisa jadi qudwah hasanah, “ini justru sebaliknya,

Na’ udzubillah, ” ucapnya, Minggu (14/11).

“Kita minta pihak kepolisian untuk mengechek izin kegiatan, apakah ada dicantumkan dalam surat pengajuan izin tersebut dengan tarian dan latar seperti itu,” tambahnya lagi.

 

Sementara, Ketua fraksi PKS kota Binjai Khairil Anwar, mengatakan hiburan yang disuguhkan Binjai Milenial Market jauh dari visi misi Pemko Binjai.

Untuk itu, dia meminta agar Pemko meninjau kembali izin peruntukannya, apakah izinnya juga untuk hiburan, atau tempat usaha saja.

Terkait sejumlah cuitan netizen di media sosial, yang membandingkan situasi Binjai Milenal Market dengan tanah lapang merdeka Binjai, Khairil bilang, lapangan merdeka Binjai seolah-olah di anak tirikan.

Padahal, sambung dia, “pedagang diseputaran lapangan merdeka murni pengusaha-pengusaha kecil dari Binjai. Secara pribadi, sebenarnya saya tidak setuju adanya penyekatan, kan Binjai sudah level 1, maka saya rasa itu tidak perlu dilakukan, sebab pada level 1 tidak seketat sebelumnya”

“Sekiranya itu dilakukan, Pemko hanya tinggal buat kesepakatan dengan para pedagang, apa yang harus disepakati dan apa yang harus dipenuhi para pedagang terkait protokol kesehatan. Dengan begitu mereka bisa menjalankan usaha seperti sebelumnya dan perekonomian di Binjai akan kembali berjalan,” pungkas Khairil.

 

Penulis :  M Mendrofa / Arif Rifani.

Mungkin Anda Menyukai