Melawi-Wartapolri.com.- Seiring dengan umur dan masa layan dari jembatan, bantalan karet akan mengalami kerusakan akibat degradasi kualitas material maupun perubahan bentuk (deformasi). Penyebabnya adalah faktor usia, cuaca, lingkungan, dan beban lalu lintas yang melintas di jembatan. Berdasar kriteria disain jembatan, umur rencana jembatan standar ditetapkan minimal 50 tahun. Akan tetapi, masa layan dari bantalan karet hanya setengah dari umur rencana jembatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penggantian bantalan minimal satu kali untuk mempertahankan masa layan jembatan. Metode penggantian bantalan pada jembatan dilakukan dengan metode pendongkrakan (jacking).
Hari pertama pekerjaan penggantian bantalan karet jembatan Nanga Pinoh 1 berlangsung lancar. Dari segi pekerjaan dan lalu lintas juga tampak tak menyebabkan kemacetan.
Tampak tak ada antrian yang terjadi, lalu lintas bahkan nampak normal pada pekerjaan tersebut selasa 19/10/2021.
Pemasangan karet dilakukan dari sisi dua ujung jembatan sepanjang 200 meter ini. Sehingga belum diperlukan pembatasan kendaraan yang melintas. Selain itu, arus lalu lintas lancar karena juga turut serta aparat Kepolisan Sektor dan petugas lapangan setempat di lokasi.
Saat ini pihak yang berkepentingan dari pelaksana PT. DAKSINA PERSADA masih belum bisa dimintai keterangan
Yang jelas seperti yang terpantau pekerjaan tersebut lancar, dan lalu lintas tak terganggu tak ada antraian dan aman dalam pelak sanaan,” ucap salah seorang pekerja kepada media Wartapolri.com Kalbar (20/10/2021) yang lalu.
Pekerjaan pengangkatan satu segmen jembatan dengan jecking (dongkrak) juga berjalan sempurna, dan tak berpengaruh kemacetan pada pengguna jalan(Jumain)

