Tokoh Gereja dan masyarakat kesal dengan jalan tak kunjung diperbaiki

Tanjung Medang . Rupat Utara.-Tokoh Gereja GPIB Immanuel desa Tanjung Medang cukup kesal dengan pemerintah daerah di Rupat Utara,Pasalnya jalan umum yang di depan Gereja mereka tak kunjung di perhatikan oleh pemerintah setempat.Menurut beliau yang akrab disapa Tulang dan pak guru ini kekesalan itu bertambah ketika pihak pemerintah setempat mensemenisasi jalan lintas untuk sekolah YAPENDIK yang berbatasan langsung dengan Gereja tersebut.

” Apalah salahnya dicari kebijakan oleh pemerintah setempat bagaimana caranya untuk meneruskan pembangunan jalan tersebut supaya bisa disemenisasi langsung nyambung ke Gereja rumah ibadah tersebut.Ini sudah bisa disebutkan juga Diskriminasi terhadap kami umat Kristiani di sini” ujar beliau dengan geram lagi.

Dalam pantauan pihak media memang kondisi jalan ini amat memprihatinkan dan membahayakan para pengguna jalan disebabkan besi cor beton yang telah rusak naik kepermukaan jalan,apatah lagi kalau malam hari amat membahayakan.

Salah satu masyarakat juga berkomentar bahwa kalau udah musim hujan jalan tersebut becek dan berlumpur sehingga amat menyulitkan para pengguna jalan.

” Sebetulnya tidak hanya masyarakat Gereja saja yang merasakan ini para pengguna jalan lainnya pun juga merasakan hal yang sama.Karena jalan ini termasuk jalan lintas yang menghubungkan antar desa Tanjung Medang dan Suka Damai.Jadi kita berharap kepada pihak pemerintah setempat untuk bisa cari solusinya bagaimana perbaikan jalan ini, karena jalan ini termasuk akses jalan ke ibu kota kecamatan,dan banyak di lalui oleh para murid sekolah dan para masyarakat banyak.” Ujar bapak yang satu ini sambil minta rahasiakan namanya.

“Kita amat berharap kepada pihak pemerintah setempat dan pihak pihak yang bersangkutan perihal jalan ini agar bisa mencari solusi untuk perbaikan jalan ini,sebab jalan akses ini amat berarti bagi kami masyarakat banyak” ujar beliau lagi mengakhiri ceritanya.

Mungkin Anda Menyukai