Akhirnya si Kuli Tinta itu di panggil Tuhan

Siapa yang tak kenal dengan si Kuli Tinta dengan nama lengkap Marianto Aritonang pria kelahiran Pulau Rupat tersebut terkenal sebagai jurnalis yang vokal menyuarakan aspirasi masyarakat Bengkalis terutama pulau Rupat.Lahir 42 tahun yang lalu di Pulau Rupat tepatnya didesa Pangkalan Nyirih.Menetap di Duri kota dan menikah dengan Lenta Simanungkalit,dan di karuniai dua tiga orang anak satu perempuan dan dua laki laki.

Tapi sang kuli tinta tersebut telah pun berpulang ke rumah bapa di surga pada hari Rabu (21/7)jam 2 siang dirumah sakit umum kota Duri dengan penyakit paru paru yang di derita oleh beliau beberapa bulan ke belakangan ini.

Sempat di rawat inap dirumah sakit umum kota Duri beliau dinyatakan sembuh oleh sang dokter dan keluar dari rumah sakit sambil rawat jalan alias makan obat,dan terus melakukan pengecekan secara berkala di rumah sakit tersebut.

Tapi takdir berkata lain, napas kehidupan telah diatur oleh yang diatas penyakit beliau kambuh kembali ,dan dilarikan ke RS di kota Duri pada hari selasa(20/07/2021) dan meninggal ke esokan harinya.

Bapak Marearto Aritonang semasa hidupnya aktif sebagai jurnalis di pelbagai media surat kabar cetak dan online,dan terakhir kali semasa hidupnya beliau sebagai jurnalis Berantas Criminal,dan media online Radar Metro.Dan aktif di berbagai organisasi kewartawanan lainnya.

Berbicara kepada pihak media pak Sunardi selaku pembina forum wartawan Rupat amat terpukul dengan kejadian ini.Sambil menyeka air matanya dia mengatakan banyak anak didik beliau di Rupat ini.Dan beliau juga tidak pernah pelit dengan ilmu jurnalis nya. ” Kali terakhir beliau datang kerumah bicara kepadanya dan kakaknya dia udah bosan makan obat,bulan depan ini sehabis obat paru paru nya dia akan berhenti,dan ternyata tak disangka benar dia berhenti selamanya.” Ujar beliau sambil menyeka air matanya.Yah maklumlah almarhum juga merupakan keluarga dan termasuk ipar buat beliau lewat istrinya.

Media sosial juga penuh dengan ucapan duka dan berlangsung kawa baik di group polres Bengkalis dan di group wartawan lainnya ,serta pengungkapan duka yang amat mendalam dari teman teman se profesi beliau.

Salah satu keponakan beliau Sukma Nuberi juga berkomentar bahwa tanda tanda kepergiannya udah nampak kali terakhir di Pulau Rupat.Beliau banyak minta maaf kepada langganan koran beliau.Dengan kata kata,” maaf ya pak selama ini kalau ada silap dan salah saya” ternyata itu adalah pertanda kepergian beliau.” Saya merasa sangat terpukul dan betul betul kehilangan Tulang saya ini.Semoga beliau tenang di alam sana.” Ujar beliau lagi .

Dihubungi pihak oleh pihak media sang istri yang setia mendampingi beliau tidak bisa berkata apa apa selain isak tangis yang oleh duka yang mendalam.Beliau hanya berbisik lirih bermohon maaf jika ada salah dan silap almarhum kepada seluruh kenalan dan handai taulan yang mengenali beliau. ” Saya hanya bisa bermohon doa supaya kaluarga kami di
kuatkan oleh duka ini.Dan semoga beliau tenang di alam sana” ujar beliau sambil di iringi Isak tangisnya.

Selamat jalan sang pahlawan sampai jumpa di tanah perjanjian tanah Kanaan seperti yang di janjikan kepada kita umat Kristiani.Budi baikmu,tutur katamu,gurau candamu akan tetap hidup di hati sanubari kami para sahabat mu.Sampai jumpa di tanah Kanaan.Buat keluarga di berikan kesabaran….God bless all

Mungkin Anda Menyukai