Muara Enim- Terkait masalah proyek,para kontraktor lokal Muara Enim menagih janji PJ Bupati yang akan mengutamakan kontraktor lokal dalam pembangunan di Muara Enim ini.
Hal tersebut dikatakan oleh Sahal ,salah satu kontraktor lokal mengatakan kepada awak media , dirinya menagih janji PJ Bupati yang mengatakan akan mengutamakan kontraktor lokal.
Soalnya putaran keuangan PAD Kabupaten Muara Enim itu berasal dari Masyarakat membayar pajak , termasuk perusahaan kontraktor lokal juga pembayar pajak dan pajak termasuk dalam APBD Kabupaten Muara Enim.
“Ya jelas perputaran uang Muara Enim berasal dari pajak serta belanja kita semua, tetapi nyatanya banyak tayang tender pemenangnya itu kontaraktor dari luar daerah seperti perudahaan lampung, Riau , Palembang ,jambi , Bengkulu dan lainnya dan yang agak aneh? Tawaran tender melebihi dari 15 % ,”ujarnya.
Situasi saat ini, lanjut Sahal , para kontraktor sedang gelisah dan marah karena banyak kontraktor yang bukan lokal masuk dalam daftar tender.
“Jangan membuat janji manis , jika janji tersebut hanya sebatas buaian untuk alasan Birokrasi,”tegasnya lagi.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Muara EnimYusran Efendi menegaskan, jangan dimonopoli, berikan kontraktor lokal pekerjaan, karena putaran keuangan Muara Enim termasuk juga dari pajak para kontraktor yang tetap patuh membayar pajak.
“Saya selaku anggota DPRD Muara Enim mendukung para kontraktor lokal menagih janji PJ Bupati tersebut,”tegasnya Senin,(5/7/2021).
Lanjut Yusran, saat ini Muara Enim angka kemiskinan meningkat tajam, hal tersebut harus dikurangi , jika kontraktor lokal dibunuh , maka akan menambah angka kemiskinan rakyat Muara Enim.
Hal seperti itu harus dipikirkan oleh pemimpin.jika tidak bisa memimpin suatu daerah,jangan jadi pemimpin ? Iya kalau nak nambah nyaroi( Derita ) Masyarakat Muara Enim,” bernada kesal dengan logat bahasa Khas Muara Enim.
Pewarta : Nazarudin Siregar

