Keluh Kesah Pasien Isolasi Mandiri Covid -19 Di Kabupaten Melawi

Melawi-Kalimantan Barat.- Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19.

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019.

COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia.

Tapa terkecuali di Indonesia pada umumnya dan dikabupaten Melawi pada khususnya. Akhir akhir ini wabah covid-19 semakin menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan sehingga menempatkan Kabupaten Melawi masuk di tingkat yang berbahaya yaitu masuk zona merah.

“Kembali merujuk kepada judul dari isi tulisan diatas”, Keluh Kesah Pasien Isolasi Mandiri Covid -19 Di Kabupaten Melawi* Salah satu pasien telah menyampaikan keluhannya kepada awak media apa yang dialaminya ketika dia dinyatakan positif oleh satgas penanganan covid-19 kabupaten melawi pada tanggal 01 Juni 2021 dan pasienpun dinyatakan untuk menjalani karantina secara mandiri.

Pasien tersebut mengatakan bahwa dirinya bukanlah dari keluarga yang mampu.Dia adalah salah satu dari keluarga yang berpenghasilan pas pasan atau termasuk masyarakat menengah kebawah di Desa Lihai Kecamatan Menukung Kabupaten Melawi.

Semenjak dia dinyatakan positif covid 19 dan melakukan karantina mandiri dia hanya mendapatkan 1 papan vitamin c (mersi) dan 1.papan Fluvir dari puskesmas menukung ucapnya.

Sedangkan bantuan lain lain seperti suplemen dan jenis lainnya sama sekali belum ada padahal jika kita dengar saran dari kesehatan kita harus mengkonsumsi makanan yang bergizi agar peningkatan imun menjadi kuat sehingga proses penyembuhan berjalan dengan baik ucapnya.

LILIK HIDAYATULLAH Selaku Ketua Umum Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Melawi mengusulkan kepada Tim Satgas Penanganan Covid-19 agar tim satgas bisa mendengar apa yang menjadi keluhan pasien Karantina secara mandiri.

Pertama agar tim Satgas Kabupaten,Kecamatan dan Satgas Desa selalu meningkatkan komunikasi yang inten agar semua program satgas bisa berjalan dengan baik.

Kedua Agar Bupati Melawi memberikan ketegasan kepada Kepala Desa selaku ketua satgas covid-19 di Desa supaya segera mengambil langkah tepat sistim penanganan covid-19 dan selalu berkodinasi dengan tim Kecamatan dan Kabupaten untuk penggunaan 8% dari DD( Dana Desa) yang sudah di tentukan.

LILIK juga berpendapat sedangkan Negara tidak hanya menanggung seluruh biaya perawatan bagi pasien virus corona saja, melainkan seluruh penanggulangan pasien Penyakit Infeksi Emerging (PIE), sejak dinyatakan yang bersangkutan merupakan pasien dalam pengawasan (PDP).

Apabila selanjutnya pemeriksaan laboratorium juga menyatakan PDP tersebut terkonfirmasi positif PIE, seluruh biaya pengobatannya juga dijamin oleh negara.
PIE merupakan ancaman penting bagi keamanan kesehatan global, karena dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) bahkan berpotensi menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD) yang tidak hanya menyebabkan kematian tapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang besar,ucap Lilik.

Kepala dinas kesehatan kabupaten Melawi , dr Ahmad Jawahir Saat di kompirmasi awak media mengenai hal tersebut menyampaikan, untuk pasien Covid-19 yang isolasi mandiri pemeritah hanya menanggung obat obat terkecuali pasien Covid-19 yang di isolasi di rumah sakit mau di posko penanganan Covid-19 pemeritah menanggung makan minum pelayanan kesehatan.

” Untuk pasien Covid-19 yang isolasi mandiri pemeritah hanya menanggung obat – obat dan melakukan kontrol terhadap pasien baik secara langsung maupun via telpon”tegasnya.

Selain itu ungkap dr. Ahmad, untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia seluruh biaya Proses pemakaman di tanggung oleh pemerintah.

” Untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia seluruh biaya prosesi pemakaman di tanggung penuh oleh pemerintah”, pungkasnya mengakhiri.(Tim)

Mungkin Anda Menyukai