*Banyuwangi.Warta Polri*Wilayah kabupaten Banyuwangi ternyata masih rentan terhadap serangan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak hewan sapi. Pasalnya belum semua hewan sapi di wilayah bumi Blambangan tersebut divaksin anti PMK.
Terbukti banyak sapi-sapi di beberapa desa di wilayah kabupaten Banyuwangi yang masih belum terjamah vaksin pemerintah setempat. Salah satunya yang belum semua hewan sapi di vaksin adalah di desa Purwodadi kecamatan Gambiran kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.
Dari 200 populasi sapi yang ada di desa tersebut baru separohnya yang sudah di suntik vaksin anti penyakit mulut dan kuku (PMK) oleh petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Banyuwangi. Hal ini yang menjadikan kekhawatiran kepala desa Purwodadi,Drs.Suyanto akan potensi penyebaran virus PMK di desa nya.
Menurut Suyanto, dari jumlah populasi sapi yang ada di wilayahnya. Yang mati terkena serangan virus PMK satu ekor sapi. Dan yang sembuh karena terserang virus PMK yang mematikan itu 1 ekor sapi.
“Nah, kami khawatir kalo semua sapi tidak segera divaksin. Nantinya virus PMK akan menyerang yang lain. Karena di desa kami baru 50 persen nya dari jumlah sapi yang ada yang sudah di vaksin”tutur Drs.Suyànto diruang kerjanya beberapa hari lalu.
Untuk itu,lanjut Suyanto,agar tidak terjadi penyebaran penyakit PMK yang menyerang hewan sapidi wilayahnya. Pihaknya meminta pemerintah Kabupaten Banyuwangi khususnya Dinas Pertanian dan Peternakan Banyuwangi untuk segera memvaksin sisa sapi yang belum di suntik vaksin ànti PMK.
“Jumlah populasi sapi di desa kami sebanyak 200 ekor sapi. Yang sudah diberi vaksi baru separohnya. Yang sisanya masih belum di vaksin. Katanya sih masih nunggu bantuan vaksin” jelas Drs. Suyanto.
Seperti diketahui serangan penyakit mulut dan kuku atau PMK yang mewabah di Jawa Timur sempat membuat kalang kabut para peternak sapi. Tidak terkecuali di kabupaten Paling ujung timur pulau jawa itu, penyakit yang disebabkan oleh virus itu cepat menjalar ke desa -desa.
Mengatasi kasus tersebut Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Hortikultura Banyuwangi melakukan vaksinasi masak terhadap sapi sapi. Namun hingga kini belum semua tercover vaksinasi tersebut.
“Kami sudah berusaha menghubungi petugas Puskeswan Jajag. Dan menyakan kelanjutan tentang vaksinasi sapi yang belum di vaksin. Katanya masih menunggu dari dinas”pungkas Suyanto. *(Pri)*

