Grand Opening Binjai Milenial Market Tuai Kritikan

Binjai, WartaPolri.Com – Sejumlah kalangan melontarkan kritikan menanggapi gelaran Grand Opening Binjai Milenial Market di Lapangan Asrama simpang Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara. Mulai dari anggota dewan, masyarakat, hingga netizen mulai komentari suasana di lokasi tersebut.

“Luar Biasa Mana Satpol Pp Kok Gak Keliatan Mereka…Kenapa Ini Dibiarin Tanah Lapang Malah Di tutup Semua, di Kebun Lada Merajalela Padat Merayap….” tulis akun @Ratih Aidil Adi.

 

Pantauan di lokasi, sejumlah pengunjung tampak ramai memadati area Binjai Mileneal Market, bahkan volume kendaraan yang terparkir di luar lokasi sampai memakan badan jalan. Akibatnya Sejumlah pengendara pun sempat mengeluh lantaran disinyalir timbulkan kemacetan lalu lintas.

Keramaian pengunjung juga ditanggapi Akun @Enrique Sazza Chaniago.

“Kmren pd sibuk nyuruh pk masker yg di TL ga pk disuruh push up…

Lah…ini…wadohhhh…percumaaaa ,mo maki takut dosa,” cuit akun tersebut mengomentari postingan di medsos.

 

Bukan hanya itu, hiburan yang disuguhkan Binjai Mileneal Market pun jadi sorotan anggota DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti. Pasalnya, sejumlah penari waria berbusana seksi jadi tontonan pengunjung yang datang. Ironis, sebab tak sedikit jumlah pengunjung dari kalangan anak-anak.

“Penampilan penari waria itu tidak sesuai dengan visi misi Pemko Binjai yang ingin mewujudkan Binjai maju, berbudaya dan religius, Binjai bukan kota las vegas, Pemerintah setempat harus mengambil tindakan tegas untuk menutup Binjai Mileneal Market dan tempat berbau maksiat lainnya,” cetus Rudi, Sabtu (13/11).

 

Disebutnya, jika kegiatan seperti ini dibiarkan bebas bagaimana generasi muda kota Binjai nantinya, visi misi Pemko Binjai hanya slogan saja. Lapangan Merdeka Binjai ditutup, tapi Binjai Mileneal Market boleh buka dan timbulkan kerumunan masyarakat, tidak sesuai prokes, kebijakan apa ini,” tandasnya lagi.

 

Menurut Rudi, ormas Islam harus bertindak agar kegiatan-kegiatan berbau maksiat di kota Binjai tidak terulang kembali.

“MUI, NU, Muhamadiyah, Al-Washilyah dan yang lainya harus tegas mempertanyakan hal ini kepada Pemerintah Kota Binjai. Saya mendukung jika niat Pemerintah Kota untuk tingkatkan perekonomian dan membuka lowongan kerja untuk masyarakat dengan hadirnya Binjai Milenial Market, namun haruslah sesuai dengan budaya dan norma-norma agama,” ujarnya.

 

Penulis :  M Mendrofa / Arif Rifani.

Mungkin Anda Menyukai