Rp. 4,1 milyard modal PT SAI BUMD Sumsel diduga tuntas tak berbekas

Palembang,wartapolri.com- Pemprov Sumsel mendirikan BUMD PT Sriwijaya Agro Industri (PT SAI) dalam kerangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menjadi Pilot Projeck badan usaha berbasis bisnis Agro Industri. Namun terkesan apa yang di harapkan tidak sesuai harapan dan diduga “modal habis makan untung”, jelas koordinator K MAKI dan pegiat anti Korupsi Sumsel.

“Dengan bidang usaha jual air galon, jual beras, ekspor kelapa dan penyewaan alsintan harusnya PT SAI bisa meraup untung puluhan milyaran rupiah dan menjadi andalan Pemprov Sumsel”, papar Feri Kurniawan pegiat anti korupsi Sumsel. “Namun infonya PT SAI hanya mendapatkan keuntungan Rp. 21 juta dalam periode 10 bulan usaha dan modal Rp. 4,1 milyard menurut sumber itu ludes tak berbekas”, ucap Bony Balitong Koordinator K MAKI.

“Bila info yg kami dapatkan dari sumber PT SAI benar adanya maka hal ini merupakan suatu kegagalan usaha yang sangat parah dan berpotensi tindak pidana korupsi”, ucap Bony Balitong. “Keuangan PT SAI harus di audit Kantor Akuntan Publik terkait pengeluaran untuk kegiatan usaha dan pembelian peralatan yang terkesan tiada berguna”, jelas Feri Kurniawan.

“Penyertaan modal Rp. 4,1 milyard harus di pertanggung jawabkan Direksi dan Komisaris perusahaan dan itu dalam bentuk audit keuangan yg audited”, kata Bony Balitong. Senada dengan Bony Balitong pegiat anti Korupsi Sumsel berharap Pemprov Sumsel benahi PT SAI dan perintahkan RUPS segera dengan dasar Audit keuangan”, jelas Feri Kurniawan.

“Kami berharap jangan sampai masalah keuangan PT SAI masuk ke ranah hukum dan berharap Pemprov Sumsel tambah modal kerja PT SAI minimal sama Rp. 4,1 milyard untuk tahun depan”, pungkas Bony Balitong. Seirama dengan Bony, pegiat anti korupsi Sumsel berharap manajemen PT SAI lebih banyak belajar dan masalah rugi itu hal biasa dalam usaha”, pungkas Feri Kurniawan.

Sumber : Bony Balitong & Feri Kurniawan , K MAKI Sumsel.

Nazarudin Siregar

Mungkin Anda Menyukai