Feri Kurniawan : Boming harga Batu bara hanya di nikmati segelintir pengusaha

Palembang,wartapolri.com- Harga batu bara yang terus meroket dan berpotensi terus meninggi yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah. “Menurut Trading Economics harga batu bara pada level USD 240 per metrik ton padahal harga batu bara sebelumnya adalah USD 133 per metrik ton pada Februari 2011”, papar Feri Kurniawan pemerhati kebijakan publik.

:Sejak akhir September harga batu bara menembus level USD 200 per metrik ton dan harga batu bara sudah melompat hampir 27 persen dan dalam setahun terakhir meningkat hampir 171% “, ucap Feri Kurniawan.

“Namun kenaikan harga batu bara ini tidak berdampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat mulut tambang atau daerah penghasil”, papar Feri Kurniawan. “Eksploitasi besar – besaran karena harga yang melambung hanya menciptakan lubang – lubang menganga di kerak bumi dan menciptakan kenaikan suhu global”, ujar Feri kembali.

“Pajak dan royalti batu bara tidak secara signifikan di nikmati masyarakat di mulut tambang dan untuk daerah penghasil sementara dana reklamasi dan pasca tambang tidak jelas berapa nilainya dan apakah bisa memperbaiki ekosiatem pasca tambang”, kata Feri melanjutkan pendapatnya.

“Hanya segelintir pengusaha tambang dan BUMN yang menikmati keuntungan berlimpah sementara masyarakat mulut tambang semaput karena dampak pendemi covid 19”, pungkas Feri Kurniawan.

Perlunya diregulasi terhadap pajak dan royalti tambang dan izin untuk tambang rakyat agar terjadi pemerataan pendapatan masyarakat. Jangan sampai daerah hanya punya potensi sementara hasilnya untuk segelintir orang.

Narasumber : Ir Feri Kurniawan, Penggiat Anti Korupsi Sumsel

Nazarudin Siregar

Mungkin Anda Menyukai