SMA Trimurti Surabaya Gelar Parents Meeting  “Merdeka Belajar: Unlock Potensi, Raih Prestasi”

Surabaya, Wartapolri.com – SMA Trimurti Surabaya baru saja menyelenggarakan kegiatan Parents Meeting untuk siswa Kelas X dan XI dengan tema “Merdeka Belajar: Unlock Potensi, Raih Prestasi”. Acara yang diadakan pada Sabtu (20/7/2024) ini melibatkan 260 wali siswa dari kedua kelas tersebut.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para orang tua mengenai proses pembelajaran yang diterima oleh anak-anak mereka di sekolah. Kepala Sekolah SMA Trimurti Surabaya, Syarif Andri Setiawan, S.Kom, menjelaskan bahwa selain fokus pada pembelajaran umum, sekolah juga mendorong orang tua untuk mengenali sejak dini kemampuan minimal anak dalam menguasai tes Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebagai persiapan masuk ke perguruan tinggi negeri.

“Jadi selain pembelajaran umum, maka kami juga mendorong untuk membuat minimal anak, ini akan berpengaruh juga pada kemampuan tes UTBK. Jadi, ketika anak-anak mengerjakan soal-soal UTBK masuk perguruan tinggi negeri itu yang diuji kan ada beberapa macam pelajaran. Yang pertama, adalah mata pelajaran matematika dasar. Yang kedua adalah logika, dan yang ketiga, adalah literasi bahasa indonesia. Yang keempat, adalah literasi dalam bahasa inggris. Upaya ini dalam salah satu dasar untuk menguatkan literasi, karena keterampilan literasi anak-anak kita ini, yang harus kita akui,” ulasnya.

Selain itu, Dr. Yogi Anggraena, S.Si., M.Si, Plt. Kepala Pusat Kurikulum Dan Pembelajaran Badan Standar, Kurikulum, Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, turut memberikan pandangan mengenai tiga prinsip penting dalam pelaksanaan Merdeka Belajar. Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut meliputi fokus pada muatan esensial, fleksibilitas dan kontekstualisasi, serta fokus pada pembangunan karakter.

“Dalam hal ini, ketika prinsip-prinsip dalam kurikulum Merdeka, pembaharuan apa saja, yang dilakukan ada tiga prinsip yang sebenarnya dalam kurikulum Merdeka ini. Sehingga dalam pelaksanaannya, bisa menuju ke prinsip ini, diantaranya dalam proses pembelajaran, bisa fokus ke materi esensial. Yang kedua, adalah bagaimana adanya fleksibilitas, dan kontekstualisasi. Dan ketiga, adalah fokus pada pembangunan karakter. Nah itu sebenarnya yang bisa dilihat dalam proses pembelajaran, agar proses belajar itu, bisa lebih mendalam lebih bermanfaat,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, SMA Trimurti Surabaya berharap para orang tua siswa dapat lebih memahami proses pembelajaran di sekolah dan memberikan feedback konstruktif yang dapat membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada para siswa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa SMA Trimurti Surabaya untuk memajukan pendidikan Siswanya melibatkan berbagai pihak, termasuk Wali Siswa.

Mungkin Anda Menyukai