
Aceh Singkil, wartapolri.com – Bantu Korban Banjir Yang kedua kalinya Lewat Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Delima Makmur- PT. Gelobal Sawit Semesta Aceh Singkil.
Bencana banjir yang terjadi di penghujung tahun 2023 merupakan dampak nyata perubahan iklim yang terjadi belakangan ini, serta akibat tingginya intensitas curahan hujan di daerah hulu Sungai lae Suraya Serta Di daerah hulu Sungai lae Cinendang mengakibatkan air meluap sehingga 29 Desa di 5 Kecamatan Kabupaten Aceh Singkil,sebanyak 5.169 Kepala Keluarga (KK) dengan 20.139 Jiwa tergenang Banjir, Kamis (07/12/2023).

Bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Singkil sejak (7/10/2023). tercatat sebagai bencana banjir yang sangat parah sejak tahun 2013 di wilayah Aceh Singkil. Data BNPB mencatat Desember 2023 jumlah pengungsi mencapai 179 kk 724 jiwa.
Wahyu Ramadhan, selaku Staff Sustainability di PT. Delima Makmur tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media wartapolri.com menuturkan “Sebagai perusahaan PT, Delima Makmur, bentuk peduli terhadap korban banjir Di Aceh Singkil dengan memberikan bantuan langsung diserahkan melalui posko Badan Penenggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil telah diterima oleh Syafrijal selaku Kordinator Lapangan (KORLAP) dari program CSR PT. Delima Makmur Peduli Banjir,” Ucap Wahyu

Wahyu menambahkan “Bantuan yang diberikan diantaranya adalah pemberian berupa sembako berupa Beras diantaranya,
1. Beras isi 15kg sebanyak 25 sak.
2. Mie Instan sebanyak 30, dus.
3. Sedang kan Telur sebanyak 2.400, butir.
Sebagai bentuk kepedulian kepada korban banjir,” tuturnya
Kegiatan CSR BAF Peduli Banjir merupakan salah satu upaya tanggap bencana dan komitmen rasa kepedulian perusahaan PT. Delima Makmur, terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Singkil,
Wahyu menuturkan “Kami berharap bantuan yang diberikan mampu mendorong semangat para korban banjir untuk tidak putus asa di tengah bencana yang sedang dihadapi semoga dengan adanya bantuan supaya bisa mengurangi sedikit beban warga Aceh Singkil yang terdampak banjir,” tutup Wahyu Ramadhan.
Pewarta : Khalikul Sakda

