PANGLIMA LAUT BERSAMA NELAYAN PUSONG LHOKSEUMAWE ADAKAN SYUKURAN KENDURI LAUT

Lhokseumawe,Warta-Polri – Panglima Laut bersama Masyarakat husus nya para Nelayan adakan Kenduri Laut sekaligus Doa bersama untuk Mensyukuri nikmat Allah Subhanahu Wata,Ala yang senan tiasa selalu melimpahkan Rejeki kapada para Nelayan yang menangkap Ikan di Laut yang selalu mendapatkan Hasil tangkapan nya,jadi dengan demikian kami sebagai Nelayan sudah sepatut nya

mengucapkan rasa Syukur yang tiada henti hentinya Kepada Allah,dengan adanya Kenduri Laut seperti Harini sekaligus untuk
mepererat Hubungan Silaturahmi dengan sesama Nelayan yang ada di Desa Pusong lama dan Desa Pusong Baru Kec.Banda Sakti Kota Lhokseumawe karena acara Kenduri Laut, tersebut bertepatan dengan 5 Hari Raya Idul Adhan,kegiata ini bukan Tahun ini aja yang kami adakan bahkan sudah hampir setiap Tahun nya kimi adakan karena acara Kenduri Laut sudah menjadi turun menrun kata Panglima Laut Rusli Yusuf

Kegiatan Kenduri Laut tersebut di adakan di dermaga pendaratan Ikan (TPI) Pusong Lama berlangsung Kelima (5) Hari Raya Iduladha.setelah Hari Tasyrik 11sampai 13 Zulhijjah red),” jelas Rusli Yusuf.
Kemduri Laut dilakukan dengan beberapa tahapan, diawali dengan doa bersama. Sekitar 300 warga nelayan mengikuti doa yang dipimpin oleh Tgk. Abubakar dari Lhoksukon, Aceh Utara.

Selain itu, nelayan juga menyatuni Anak Yatim. jumlah 153 Orang yang ada di Desa   Pusong Lama dan Desa Pusong Baru Kota Lhokseumawe,selain itu Juga para Awak Nelayan melaksanakan kegiatan memasak Kari daging sapi dan daging kerbau untuk di sediakan kapada Tamu Undangan yang hadir pada acara kenduri tersebut
Disamping itu juga apa yang telah Kami laksanakan supaya mendapat keberkatan dari Allah Subhanahu Wata,Ala, adapun

acara selanjut nya selain  Kenduri Laut,Pa nitia juga ikut mengadakan tausyiah yang disampaikan oleh Waled Lapang. menurut Rusli Yusuf, dalam Tausyianya Waled Lapang meminta para nelayan tetap menjaga shalat lima waktu, meskipun sibuk melaut. Nelayan juga diminta untuk tidak melaut pada hari yang dilarang
Diantaranya pada hari-hari tasyrik. pada Hari Jum,at, nelayan diminta tidak beraktivitas di laut.

Menurut Panglima Laot Lhok Pusong, Rusli Yusuf, pihaknya juga telah menetapkan larangan melaut pada hari Jumat. “Mulai masuk Ashar pada Hari Kamis, sampai usain Shalat Jumat, nelayan dilarang beraktivitas di laut,” jelas Pawang Rusli.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kenduri Laut Zulkifli (Pawang Agam) yang mewakili Pawang Zal selaku ketua umum

pelaksana menyatakan, Kenduri Laut juga menjadi momen silaturahmi antara nelayan tradisional dengan nelayan kapal ikan. Bahkan kesempatan itu dimanfaatkan sebagai silaturahmi para nelayan dengan pemerintah daerah setempat. Panitia  ikut mengundang dinas terkait bersama, Danrem, Polres, Polair, dan sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.

Dengan kehadiran unsur Forkopimda, panitia berharap akan menjadi hubungan baik, antara para Awak Nelayan dengan Pemerintah. Kota Lhokseumawe husus nya Umum nya Pemeritah Profisnsi bahkan Pemerintah Pusat, dengan adanya silatu rahmi Hari ini,para Awak Nelayan lebih mudah menyampaikan segala perma salahan yang terjadi terhadap Nelayan di Laut bahka di darat kepada Pemerintah,kata Zulkifli.   (M)

Mungkin Anda Menyukai