Langsa, Wartapolri- Gampong Buket meutuah, yang letaknya di ujung perbatasan Kota langsa dan Pemkab Aceh Tamiang mengukir Sejarah baru karena adanya lorong Gampong di pagar warganya,kok bisa?
Akibat belum dibayarnya pengerjaan bangunan rabat beton di Lorong Rotam, Gampong Buket Meutuah, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, oleh pemerintahan gampong setempat, membuat pihak kedua, selaku yang dipercaya mengerjakan bangunan tersebut, melakukan aksi memagar lorong tersebut.
Pantauan media ini, Rabu 30 Maret 2022 dilokasi dipagarnya lorong tersebut oleh pihak kedua, terlihat lorong itu dipagar dengan menggunakan sejumlah batang bambu, beserta dibentangkan sepanduk yang bertuliskan “Mohon maaf, lorong ditutup untuk sementara, karena belum ada pembayaran. Terimakasih”.

Terkait adanya aksi itu, Mauluddin, selaku pihak kedua yang dipercaya mengerjakan bangunan rabat beton dilorong tersebut dikonfirmasi media Rabu, 30 Maret 2022,
Mengatakan bahwa dipagarnya Lorong Rotam oleh dirinya, dikarenakan belum dibayarnya pengerjaan pada bangunan rabat beton dilorong tersebut.
“Bangunan rabat beton dilorong itu saya yang mengerjakan. Karena hingga kini belum ada pembayaran yang dilakukan oleh Pemerintahan Gampong Buket Metuah,makanya sebelum ada pembayaran, Lorong Rotam itu saya pagar untuk sementara waktu,” ungkap Mauluddin.
Ditambahkan Mauluddin, bangunan rabat beton di lorong itu selesai dikerjakan pada tahun 2021 lalu, dengan menggunakan dana pribadinya terlebih dahulu. Namun sayangnya, lanjut Mauluddin, anggaran untuk membayar bangunan tersebut hingga kini belum dibayar oleh Yasir, selaku kepala desa (Geuchik) di Pemerintahan Gampong setempat.
“Ada perjanjian secara tertulis bersama Geuchik itu, dan berjanji akan dibayar menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Dan saya menyesalkan karena belum dibayarnya uang saya itu,” kata Mauluddin, selaku pihak kedua yang dipercaya melaksanakan pembangunan rabat beton tersebut.
Lebih lanjut dikatakan Mauluddin, bahwa pembangunan rabat beton yang dilaksanakan itu, telah menyerap dana pribadinya senilai Rp 80 juta, dengan perjanjian yang tertulis tersebut akan dibayar kepadanya dengan ADD tahun 2021. Namun karena terjadi wabah covid – 19, dengan dipotongnya anggaran ADD 2021 untuk covid, akhirnya dijanjikan oleh Geuchik akan dibayar pada APBN tahun 2022.
“Padahal tahun 2022 sudah berjalan, namun belum ada juga kabar dari Geuchik setempat untuk membayarnya kepada saya. Dan saya berharap Geuchik Buket Meutuah, Yasir bisa segera meyelesaikan pembayaran atas pembangunan rabat betok yang telah selesai saya kerjakan itu. Janji bayar 2021, molor 2022, dan janji lagi 2023. Ini namanya sudah mempermainkan saya,” kesal Mauluddin.
Dikesempatan itu, Mauluddin juga memperlihatkan surat perjanjian tersebut kepada media sebagai bukti adanya perjanjian tersebut. Dalam surat perjanjian yang tertulis diatas cop surat Pemerintah Gampong Buket Meutuah, tertanggal 01 Maret 2021, lengkap dibumbui ditandatangi oleh kedua belah pihak, yakni Geuchik Yasir dan Mauluddin selaku pihak kedua.
Bahkan Maluddin juga memperlihatkan surat dari Geuchik Buket Meutuah, Yasir, tertanggal 24 Maret 2022, yang intinya dalam isi surat itu berjanji akan merencanakan kembali pengganggaran dana untuk kegiatan (rabat beton yang belum dibayar) tersebut pada anggaran tahun 2023, selama tidak bertentangan dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.
“Sebelum nya sudah di minta untuk di cicil pelan-pelan,tapi nyatanya tidak terealisasi sedikit pun”tandas Mauluddin
(Sayid Muhammad)

