Mandailing Natal, Wartapolri- Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Mandailing Natal (GMPM) kembali demo kantor Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Mandailing Natal dan kantor Inspektorat Kab. Mandailing Natal pada hari rabu (16/03/2022).
Pasukan GMPM MADINA yang di komandoi Ahmad Hidayat Batubara ini meminta Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kab. Mandailing Natal untuk turun dari jabatannya serta mempertanggung jawabkan perbuatannya terkait dugaan korupsi dan penyalahgunaan dana APBD dan APBDP tahun 2020 dan 2021 antara lain:
-Belanja modal bahan perpustakaan tercetak (buku agama,umum, IPS) yang bersumber dari dana APBD 2021 dengan nilai anggaran Rp. 199.990.313.
-Belanja modal bahan perpustakaan tercetak (Buku umum,agama,IPS,Ilmu bahasa, matematika,IPA) yang bersumber dari dana APBD 2021 dengan nilai anggaran Rp. 147.977.455.
-Belanja modal peralatan dan mesin yang bersumber dari dana APBDP 2021 dengan nilai anggaran Rp. 69.117.345.
-Pengadaan buku Ilmu pengetahuan umum,buku ilmu perpustakaan umum,yang bersumber dari dana APBDP 2020 dengan nilai anggaran Rp . 44.929.500.
-Pengadaan ilmu pengetahuan umum,buku kamus bahasa daerah yang bersumber dari dana APBDP 2020 dengan nilai anggaran Rp. 149.849.700.
Rizki Ahmad Fauzi Nst selaku korlap mengatakan “Kadis perpustakaan Mandailing Natal sudah seharusnya diganti karena di duga kuat telah menyalahgunakan jabatan nya demi kepentingan pribadi nya,terbukti dari tahun ke tahun tidak ada perkembangan di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Mandailing Natal ini” ,ujarnya
Ahmad Hidayat Batubara selaku Ketua GMPM MADINA menyampaikan dalam orasinya “Kami mendesak Inspektur Kab. Mandailing Natal untuk segera memproses dugaan korupsi ini dan jangan berikan kelolosan kepada para koruptor
Apakah kita tidak malu Mandailing Natal ini terkenal dengan Negeri beradat taat beribadat tapi banyak menjadi salah satu sarang koruptor,Jangan sampai terjadi Kong kali Kong di kantor Inspektorat ini karena kami nilai sampai saat ini prestasi tertinggi Inspektorat Kab. Mandailing Natal yaitu meloloskan para tikus-tikus berdasi”,ujarnya dengan tegas.
Setelah gantian berorasi pasukan GMPM MADINA di terima langsung Sekretaris Inspektorat Rahmad Dly “tuntutan adek adek dari GMPM akan saya sampaikan kepada pimpinan karena bagaimanapun pimpinan yang mengambil kebijakan”
Adapun tuntutan Aksi GMPM yaitu:
1.Meminta kepada Bupati Mandailing Natal untuk segera mencopot dan membekukan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Mandailing Natal terkait dugaan korupsi anggaran pengadaan buku pada tahun 2020 dan 2021.
2.Meminta kepada Inspektur Mandailing Natal untuk segera memeriksa Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Mandailing Natal terkait dugaan korupsi pengadaan buku yang bersumber dari APBD dan APBDP pada tahun 2020 dan 2021 jika di total kurang lebih 600 juta.
3.Meminta kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Mandailing Natal untuk segera mengundurkan diri dari jabatan nya karena kami duga tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.
(Okis Ray)

