Nabire, Papua, Wartapolri.com – Dalam rangka pertemuan sejumlah kepala daerah Kabupaten diwilayah mepagoo menghadiri dikantor Bupati Nabire sebagai tuan rumah, bersama PLH Dirjen bina keuangan Daerah (Dirjen Bina Keuda) Jumat 28- Januari -2022 belum lama ini jam 15: 00 wit.
Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni meminta didaerah agar segera menunjuk pejabat disetiap pengelola keuangan daerah itu sendiri.

Namun saat itu, terjadi venomena hambatan yakni, sejumlah awak media dihabat oleh salah seorang oknum PNS hingga tidak sempat mengikuti berlangsungnya kegiatan pembahasan terkait pengelolaan keuangan daerah, hal itu lantaran oknum PNS keluar dari ruangan tertutup itu yang terkunci rapat saat wartawan spontan ingin masuk tiba-tiba menyampaikan kepada sejumlah wartawan bahwa ” tidak bisa masuk didalam sudah penuh”, dua diantaranya oknum PNS mengucapkan ungkapan yang mencoba menghalangi halangi utuk masuk diruangan sidang pertemuan tersebut, setelah beberapa menit diluar TDK ada yg meresfon para awak media wartawan Radio terpaksa meninggalkan tempat hingga berhamburan tak sedikitpun yang dapat terima hasil liputan
Seperti inilah situasi para sejumlah wartawan medsos dan radiao saat berada diluar ruangan rapat sekda kabupaten Nabire, usai mendengar ungkapan dan kalimat dari dua diantara oknum PNS.

namun pintu terkunci rapat dan pilih kasih saat ada yang ingin masuk.
Hal ini semestinya bidan yang berperan sebagai
humas Pemda sebagai mitra wartawan memahami jika ada wartawan untuk melakukan peliputan disuatu acara yg sipatnya tidak rahasia dapat memberikan waktu dan kesempatan untuk meliput.
Tentu hal ini sudah jelas bertentangan aturan dalam pasal 18 UU no 40 tahun 1999 tentang pers, pada hal dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut profesional dan terbuka untuk mengontrol dan dikontrol oleh masyarakat.
Hingga kekecewaan dan kekesalan sejumlah wartawan atas tindakan dan perlakuan oknum tersebut itu tamoak pilih kasih saat oknum PNS keluar dari ruangan dan spontan menjelaskan ke. Sejumlah wartawan ” didalm sudah penuh”, dan ditambahkan lagi seorang oknum PNS mengatakan tidak bisa masuk, “didalam sedang berlangsung pengarahan” jelasnya.
padahal jelas terlihat silih berganti tamu yang datang dan keluar masuk di pintu samping belakang itu setiap keluardan masuk dikunci bahkan suda dikenal jauh lebih saling kenal dan dikenal. seketika sudah masuk tamu, sementara wartawan saat mau masuk meliput, wartawan spontan ditutupkan pintu dari dalam, hingga oknum PNS yang ada diluar ruangan mencoba menghalang halangi sehingga untuk menerina hasil peliputan sama sekali tidak dapat memperoleh hasil liputan .
Dari Nabire Papua, Firdaus, Onil H.R, Wartapolri.com mengabarkan.

