Lantik 15 Kepala Desa Terpilih, Ini 10 Hal Penting yang Disampaikan Bupati Jhon Dade

Waikabubak, wartapolri.com – Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH., melantik sebanyak 15 orang Kepala Desa Terpilih hasil pemilihan kepala desa serentak tahun 2021 di Kabupaten Sumba Barat.

Pelantikan kepala desa tersebut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumba Barat, Wakil Bupati Jhon Lado Bora Kabba, Pejabat Sekda Daniel Baiya Pabala, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, para Kadis, para Camat. Juga dihadiri keluarga dan pendukung para kepala desa terpilih dari 5 Kecamatan, yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Sumba Barat, Kamis (30/12/21) pagi, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dari 15 (Lima Belas) orang Kepala Desa yang dilantik oleh Bupati Jhon Dade, merupakan kepala desa terpilih yang tersebar di 5 (Lima) Kecamatan, yakni :
A. KEC LOLI : 3 DESA
1. YOSEF LEDE, A.Md ( Kepala Desa Dokakaka)
2. BEYAMIN BILI RAINGU (Kepala Desa Tana Rara)
3. YOHANIS NGAILU BEKO (Kepala Desa Baliledo)

B. KECAMATAN TANA RIGHU : 6 DESA
1. YUSUP NONO UMBU LELE (Kepala Desa Lokory)
2. FERDIUS UMBU KENDA (Kepala Desa Lingu Lango)
3. DANIAL BULU UMBU SOGARA (Kepala Desa Kareka Nduku)
4. EDUARDUS DAMA BULU (Kepala Desa Wanokaza)
5. BERTOLOMEUS BILI DELO (Kepala Desa Wee Patola)
6. DOMINGGUS TALU (Kepala Desa Lolo Wano)

C. KECAMATAN WANUKAKA : 1 DESA
HABEL HAGA ANAKAKA (Kepala Desa Hupu Mada)

D. KECAMATAN LAMBOYA : 3 DESA
1. LUTHER LAKU NIJA (Kepala Desa Patiala Bawa)
2. PAULUS LEKO BAGA (Kepala Desa Rajaka)
3. LOWA BOLE (Kepala Desa Welibo)

E. KECAMATAN LABOYA BARAT : 2 DESA
1. FELIX HAINGU NGARA, S.Pd (Kepala Desa Gaura)
2. PETRUS RAGA UMA (Kepala Desa Wetana)

Mengawali sambutannya, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH., menyampaikan proficiat kepada 15 (Lima Belas) orang kepala desa terlantik. Ia meminta kepada para kepala desa terpilih yang telah dilantiknya, agar ke depan mampu menegakkan dan kejujuran dalam bekerja, serta mendukung setiap program pembangunan daerah, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati juga mengatakan bahwa pelantikan merupakan pemberian amanah atau mandat legalitas pengakuan kepastian kewenangan kepala desa untuk untuk memangku jabatan kepala desa. Menurut Bupati, jabatan kepala desa merupakan jabatan yang strategis dalam menjalankan program pemerintah pada tingkat yang paling dekat dengan rakyat.

Ia meminta kepada para kepala desa yang dilantik untuk segera menyesuaikan diri dengan jabatan dan tugas-tugas yang baru.

“Saya minta agar saudara-saudara secepatnya menyesuaikan diri dengan jabatan dan tugas-tugas yang baru. Setelah dilantik para kepala jangan terlena dengan jabatannya yang baru. Sudah banyak tugas dan tantangan menanti di depan mata, yaitu bagaimana para kepala Desa membangun desa melalui pengelolaan dana desa maupun alokasi dana desa yang diberikan,” pintanya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat itu menerangkan bahwa “saat ini masyarakat sudah cerdas, sangat wajar mereka menginginkan pembangunan yang selalu meningkat setiap tahun tahunnya, maju tidaknya desa tersebut tergantung dari kepala Desanya, kalau orientasinya untuk membangun, maka desa akan maju. Desa akan maju dengan kehadiran para kepala desa yang baru dilantik ini. Pembangunan pun akan berjalan sesuai visi dan misi yang dijanjikan,” terang Jhon Dade.

Menurut Bupati Jhon Dade, bahwa pangkat yang dipasang dipundak para kepala desa tidak sekedar tanda jabatan, namun tanggung jawab sebagai Kepala Desa untuk mengayomi masyarakat desanya.

“Saudara-saudara membangun karakter pribadi dengan menjadi pribadi yang pro-aktif, mempunyai perhitungan yang matang dalam pembangunan desa, menempatkan skala prioritas, berupaya mencari solusi terbaik dengan semua pihak, mengembangkan sinergitas antar semua lembaga yang ada di desa, dan peka terhadap segala potensi persoalan yang ada di desa serta mampu mengembangkan potensi-potensi sumber daya yang ada di Desa,” ujarnya.

Berikut 10 (Sepuluh) hal penting yang disampaikan Bupati Yohanis Dade yang menjadi perhatian para kepala desa yang dilantik, saat Bupati menyampaikan sambutan, diantaranya :
1. Segeralah menjalin dan koordinasi dengan seluruh elemen yang terdapat di desa melalui berbagai pendekatan agar terbangun kesatuan antara pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat. Menurut Bupati, hal ini diperlukan mengingat Kepala Desa bukanlah milik perseorangan atau sebuah tim semata melainkan milik seluruh masyarakat Desa. Kepala desa yang baru ini harus mampu merangkul dan mengayomi seluruh tingkatan masyarakat. Jangan sampai timbul gesekan yang mempengaruhi kinerja pemerintahan desa.

2. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, sesuai hak, kewenangan dan kewajiban serta larangan Kepala Desa. Karena menurut Bupati, hal tersebut yang akan menolong para kepala desa agar tidak terjerumus dalam praktek-praktek yang terindikasi penyelewengan yang merugikan kepala desa itu sendiri.

3. Segeralah menyusun RPJM Desa tahun 2022-2027, RKP Desa, APBDesa bersama BPD dan masyarakat Desa.

4. *Jangan melakukan perombakan perangkat desa yang ada saat ini, atau melakukan pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kecuali ada perangkat desa yang tidak sesuai regulasi dalam hal ini perangkat desa yang tidak memiliki Ijazah, baru kepala desa berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penyegaran.*

5. Ingat, pengelolaan dana desa sudah diatur dan mendapatkan pengawasan ketat dari berbagai pihak yang berwenang, yaitu para aparat penegak hukum. Dengan demikian kepala desa harus selalu waspada dan jeli untuk menghindari segala bentuk kesalahan dan penyelewengan agar dapat menghindari terjadinya tindak pidana korupsi.

6. Kepala Desa harus paham benar tata kelola dana desa dan ADD serta mekanismenya mulai dari pencairan penggunaan sampai pada pertanggungjawaban. Kepala Desa wajib untuk menyampaikan laporan terkait penyelenggaraan pemerintahan desa maupun pertanggungjawaban keuangan, kalau tidak maka pasti ada sanksinya.

7. Saya tidak mau dengar lagi ada laporan bahwa Kepala Desa lebih banyak berkantor di rumah, kantor desa jarang dibuka. Fungsikan kantor desa sebagai tempat memberikan pelayanan kepala masyarakat;

8. Kepala Desa harus menjadi panutan dalam perkataan dan perbuatan. Omongannya harus bisa dipegang, jangan sampai di muka lain tapi di belakang lain. Hindari perilaku negatif seperti suka konsumsi minuman keras, judi, berhutang untuk tujuan yang tidak jelas;

9. Menjabat Kepala Desa ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada Negara maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa. Para kepala desa harus hati-hati terutama dalam mempertanggungjawabkan dana yang masuk di desa. Jangan mau menerima dana yang tidak sesuai atau yang tidak mungkin untuk bisa dipertanggungjawabkan;

10. Istri adalah pendamping suami sebagai Kepala Desa/ Ketua Tim Penggerak PKK, untuk itu Bupati berpesan agar dalam pengelolaan dana desa dan ADD istri tidak ada kewenangan untuk mengatur dan mengelola dana desa/ADD tersebut, jadi hindari intervensi istri. Namun, kepala desa tetap menganggarkan dana untuk Tim Penggerak PKK, agar kegiatan-kegiatan Tim Penggerak PKK di desa tetap berjalan.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Jhon Dade berpesan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan di desa untuk senantiasa memberikan dukungan kepada kepala desa terlantik sehingga proses penyelenggaraan pemerintahan desa dapat berjalan efektif.

Kepala Desa Dokakaka terpilih, Kecamatan Loli, Yosep Lede, A.Md., bersyukur kepada Tuhan dan menyampaikan terimakasihnya kepada masyarakat desa Dokakaka yang telah memberikan kepercayaan menjadi kepala desa Dokakaka untuk periode kedua. “Saya bersyukur kepada Tuhan dan mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat desa Dokakaka yang telah mempercayakan saya untuk menjadi kepala desa di periode kedua,” ucapnya.

Menurut Yosep Lede, ada tiga program skala prioritas di periode kedua, yakni menjadikan desa Dokakaka menjadi desa digital, desa wisata dan desa bertumbuh.

“Untuk menjalankan program prioritas ini, kami akan mengacu pada regulasi yang mengatur tentang pengelolaan dana desa di tahun 2022,” ujarnya.

Kepala Desa Wetana Terpilih, Kecamatan Laboya Barat, Petrus Raga Uma juga mengaku senang dan bahagia karena masyarakat desa Wetana masih memberikan dukungan sehingga ia keluar menjadi pemenang dalam Pilkades Wetana.

“Saya berterima kasih kepada Tuhan dan juga kepada keluarga serta masyarakat desa Wetana yang telah mendukung saya sehingga saya bisa dilantik hari ini menjadi kepala desa Wetana,” ucap Petrus.

Ia berjanji untuk mendongkrak sektor pertanian dan penataan kampung sebagai sektor pariwisata. Menurut Petrus, kedua sektor tersebut dapat menjadi mesin penggerak ekonomi desa Wetana.

“Saya akan memaksimalkan pertanian dan penataan kampung adat agar menjadi daya tarik sebagai destinasi wisata yang mempesona. Juga tentang sanitasi air bersih, dengan tulus saya akan terus berkoordinasi dengan lintas sektor” pungkasnya.

Felix Haingu Ngara, S.Pd., Kepala Desa Gaura Terpilih, Kecamatan Laboya Barat juga mengatakan bahwa ia merasa bahagia dan senang dalam momentum yang berbahagia tersebut.

“Saya bersyukur kepada Tuhan dan bahagia pada momentum yang berbahagia ini, saya juga menyampaikan terimakasih kepada para keluarga dan pendukung yang sudah mendukung saya sehingga hari saya dilantik sebagai kepala desa Gaura. Saya akan terus pendekatan dan berkoordinasi dengan tokoh-tokoh di desa saya untuk membangun desa Gaura,” pungkasnya.

Menurutnya, membangun sebuah desa memang tidak mudah, namun perlu kerja sama antara seluruh komponen masyarakat untuk membangun desa.

Yang menjadi program skala prioritas di masa kepemimpinannya, yakni sanitasi air bersih, penerangan dan penataan jalan-jalan setapak serta penataan perangkat desa jika memang ada yang perlu ditata.

Penulis : Anton Gallu

Mungkin Anda Menyukai