Sampit,Kalimantan Tengah – Kegiatan ritual dan atraksi bela diri Khas Dayak di peragakan Passus Tantara Lawung Mandau Talawang di pantai Kalap, kabupaten Kotawaringin Timur (Minggu ,12 Desember 2021)
Diketahui bahwa GMTPS ini adalah organisasi Militan yang dibentuk bermula tahun 1953 hingga puncak nya pada tahun 1956 dan dibawah Pimpinan tokoh Dayak barito bernama Christian Mandolin Simbar atau Uria Mapas dan diketahui bahwa Christian Mandolin Simbar dalah satu tokoh yang mendesak pemerintah pusat untuk merealisasikan keberadaan Provinsi Kalimantan Tengah atau yang berjulukan Bumi Tambun Bungai.

Ricko Kristolelu yang juga Panglima GMTPS Kotim berujar kegiatan ini bertujuan untuk kembali mengingatkan generasi muda agar terus bisa melestarikan adat,budaya dan beladiri asli Kalimantan agar tidak tergerus oleh zaman.
Menurut Ricko ,Passus GMTPS ini sdh di kenal jauh sebelum Kalimantan Tengah terbentuk, provinsi Kalimantan Tengah bukan hasil hadiah,tapi perjuangan berdarah² oleh para pendahulu,sehingga tugas saat ini hanya perlu menjaga,melestarikan adat dan budaya nya.
Kenapa Budaya Luar semakin berpengaruh di Kotawaringin Timur,Karena kita sendiri yg sdh semakin tidak perduli dan melupakan adat budaya sendiri,akhirnya berangsur² semakin hilang di Kotim pungkas Ricko
Panglima GMTPS Berharap Pemerintah daerah bisa memprioritaskan pengembangan beladiri khas Kalimantan Tengah yg merupakan warisan leluhur dan memberi ruang lebih banyak lagi dalam kegiatan² Pemerintah untuk menunjukan kesenian bela diri ini.
Passsus Tantara Lawung Mandau Talawang GMTPS siap mengayomi dan menjadi garda terdepan dalam mempertahan KALIMANTAN TENGAH dan KOTAWARINGIN TIMUR pada khusus nya dari gangguan² pihak luar yg coba² memecah belah keharmonisan masyarakat Kotawaringin Timur yg bermacam² suku bangsa dan etnis pungkas nya.JK/SPT

