Ketua Home Jurnalis Nabire (HJN), Reiner Windesi, akhirnya angkat suara atas pemberitaan, salah satu media on line, terkait adanya Oknum wartawan di nabire, yang diduga menerima “suap” seperti yang diberitakan pada minggu, 6 – Desember 2021
” Reiner Windesi menyamapaikan penyesalannya atas pembritaan tersebut,
“ketua HJN Reiner Windesi tidak menyalahkan Media On line tersebut atas pemberitaanya, karena mungkin benar ada oknum oknum wartawan di Nabire yg menerima pemberian dari pelaku praktek perjudian di wilayah ini,
“tapi untuk disuap, sampai mengakibatkan tidak adanya pemberitaan soal praktik perjudian seperti yg di beritakan, saya pikir keliru dan terlalu jauh asumsinya,

“Hal ini juga menyebapkan tumbuhnya opini yg negatif serta reputasi dan kredibilitas wartawan di tengah – tengah masyarakat diragukan dan akan hilang,”tutur Rein
” wartawan di Nabire, gampang disuap sehingga reputasi kami bisa dipandang sebelah mata, dan hilangnya kepercayaan publik terhadap kami wartawan yang ada di kota nabire
” Rein juga menambahkan bahwa”
sejak 2018 sampai dengan 2021 awak media di Nabire, mulai dari cetak dan elektronik serta on line, masih tetap merilis berita tentang praktik perjudian kota nabire.
. Persoalan rekan rekan oknum wartawan yg kemungkinan menerima pemberian berupa uang atau apapun itu,
“adalah hak masing masing yg terkait. Sebagai ketua HJN, saya tidk memiliki hak untuk membatasi, karena itu terkait dengan kelanjutannya bergerak di lapangan. Tetapi saya berharap untuk tidk ada tindakan tindakan yang menyalahi dan menggangu pihak lain dengan memanfaatkan kekuatan Undang Undang Pers. Secara umum wartawan Nabire Masih tetap berada bersama kota ini, hujan panas hitam putih sutiasi, wartawan Nabire tetap berada di Nabire, dan akan terus melaksanakan tugas jurnalisnya sesuai amanah dan Kaidah Jurnalis,
” setidaknya lebih bijaksana dalam membangun Opini yang di sebut menggunakan kata “Suap” tentumya apa yang disampaikan Nabire.net ke publik sangat di sesalkan.
“Maka itu, Saya atas nama perkumpulan Home Jurnalis Nabire sekali lagi menyampaikan agar Nabire.Net lebih bijak dalam menyajikan informasi agar masyarakat tidak berasumsi negatif terhadap semua Pihak baik TNI-Polri dan Wartawan yang ada di Kabupaten Nabire” tutup Rein
“Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM WGAB Provinsi Papua, Yerry Basri Mak, SH mengatakan, Seperti yang di ketahui oleh masyarakat Nabire, dimana belum lama ini, Anggota polres Nabire telah bekerja maksimal membersihkan tempat-tempat perjudian di kota Nabire. maka itu, dengan adanya isu maraknya perjudian di Nabire melalui salasatu media online tersebut tidak masuk akal dan terkesan membuat Opini merugikan nama baik aparat setempat.
Pasalnya, didalam isi pemberitaan tersebut mengungkap adanya perjudian di Nabire pada tahun 2018 yang di sertai dengan dokumen foto pada tahun 2018. foto yang dimuat dalam berita tersebut di ambil dari link berita yang sudah di ekspos oleh beberapa media online di Nabire Pada Tahun 2018. maka itu, Nabire.net sebaiknya lebih bijak berkarya.
“Yang sangat di sayangkan karya seorang wartawan yang menjadikan dirinya sendiri menjadi narasumber dalam pemberitannya sendiri, tentunya hal itu telah menunjukan ketidak profesionalannya dalam menjalankan tugas sebagai fungsi kontrol.
“Saya berharap agar Wartawan Nabire.Net sebaiknya hadir di tengah masyarakt Nabire jangan hanya menerima informasih dari orang lain, lalu mengola informasi tersebut dari Jogja Pulau jawa sana. “Kalo ko wartawan yang baik, sebaiknya hadir di Nabire bersama rekan – rekan wartawan yang ada di Nabire, “Jangan tinggal di Jogja sana, “Cetus Yerry
Lanjutnya, Sebaiknya buat berita yang membangun bukan mencari kesalahan Pihak-pihak tertentu. Seorang wartawan seharusnya jeli melihat situasi dan kondisi dari berbagai sisi permasalahan di tengah masyarakat.
“Soal menghilangkan penyakit masyarakat itu menjadi tanggung jawab kita semua bukan hanya tanggung jawab pihak tertentu saja, “

