Jakarta Barat (wartapolri.com)- Curah hujan di wilayah Jakarta Barat terus berlanjut sejak Oktober-Desember 2021. Siaga aparat kantor BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) DKl Jakarta menghimvau para Camat, Lurah, RW, jajaran FKDM dan masyarakat diminta mewaspadai potensi gerakan tanah terutama kondisi sekitar aliran sungai, tebing jalan, pohon tumbang ketika curah hujan berlangsung.
Wartawan wartapolri.com mendapat keluhan disampikan dari sejumlah warga pengguna jembatan penyeberangan orang (JPO) kali Opak di RW 03 kelurahan Roa Malaka kecamatanTambora Jakarta Barat, diperoleh keterangan kini kondisi JPO mengalami kemiringan sekitar 20 cm-30 cm sejak tiga bulan lalu. Terlihat bongkahan tanah longsor menerpa beton pintu keluar masuk air saluran PHB akibat getaran tanah saat hujan deras. JPO yang dikwatirkan putus itu terletak antara jalan Gang Semut RW 03 kelurahan Roa Malaka Jakarta Barat-RW 015 kelurahan Penjaringan Jakarta Utara menuju halte busway Gedung Panjang wilayah kelurahan Pekojan Jakarta Barat.

Tina Sarastia (24) perempuan kelahiran Baros Kabupaten Serang Banten merupakan salah satu pengguna JPO, selama tiga bulan ia mengaku tidak nyaman ketika melintas jembatan dalam kondisi jalan yang miring, nyaris ambruk. Sejak Minggu sore (5/12) hingga Senin pagi (6/12) hujan turun berkepanjangan, Tina Sarastia mengungkapkan jembatan itu sedang dalam perbaikan “Pohon besar berdiameter lingkar 60 cm yang tumbuh telah dipotong dan terlihat gundukan tanah longsor merobohkan beton saluran pintu air PHB menuju Kali Opak” ujar karyawati sekitar jalan Tiang Bendera V pada Selasa sore (7/12/2021) saat ditemui di taman wisata-halte busway Kotatua Roa Malaka.
Pantauan di lokasi JPO Kali Opak, menurut keterangan warga setempat kendati pasang surut air kali dan dampak dari aliran banjir rob air laut dimusim hujan kondisi bangunan JPO Kali Opak makin mengkwatirkan. Warga bersyukur saat ini, JPO sedang diperbaiki “Saya berharap pekerjaan perbaikan pintu air PHB dan anak tangga JPO dengan betonisasi batu kali agar cepat diselesaikan” kata pria yang enggan namanya ditulis.
Seperti diketahui, aliran air Kali Opak lingkungan RW 03 Roa Malaka merupakan tempat penampung pembuangan dari air PHB sepanjang 60 meter dengan lebar 1 meter berasal permukiman warga di dua kelurahan yakni Roa Malaka dan Penjaringan bermuara di pintu air Gang Semut. Sedangkan tanah yang bergerak longsor akibat tetus menerus terkena guyuran air hujan dimana sepanjang aliran air PHB diatasnya terdapat lintasan rel kereta api KCL Jabodetabek stasiun Kampung Bandan-stasiun Angke. Di wilayah kelurahan Roa Malaka juga terdapat jembatan yang legendaris dibangun pada jaman Hindia kolonial Belanda sebelum lndonesia merdeka. Sejauh ini pihak Pemda kelurahan Roa Malaka maupun instansi terkait Sudin Sumber Daya Air (SDA) melalui UPT Kasi SDA Kecamatan Tambora belum dapat dikonfirmasi karena kendaka musim hujan.
*Suranto OC

