Borong Matim NTT Warta Polri- Modal berpengalaman, Baltasar Mbawar, seorang kuli bangunan biasa, mampu membangun tiga unit Jembatan berkualitas baik dan kokoh, walaupun dengan dana pas pas san.
Ketiga jembatan tersebut, merupakan ruas jalan utama penghubung Desa Deno Kecamatan Pocoranaka antar Arus Raya, Kecamatan Pocoranaka Timur, Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketiga unit jembatan yang dibangun oleh orang biasa itu, pertama, jembatan kali wae labe II, yang di swakelola Dinas PUPR Matim, dibangun pada anggaran tahun 2019 silam. Kedua, jembatan wae rina, dibangun pada tahun 2021, dan di PHO oleh Dinas PUPR Matim pada 2 bulan kemarin. Dan yang ketiga, jembatan wae labe I yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.

“Beberapa orang pengemudi bersama warga masyarakat pengguna lain nya, yang sedang melintas mengangkut material ke salah satu bangunan baru dijalan itu, ketika ditemui warta polri, dilokasi jembatan yang masing masing nama mereka enggan disebut mengaku, bahwa dua unit jembatan ini memang luar biasa, konstruksi bangunan nya benar benar berkuitas dan kokoh. Dan bangunan seperti itu, patut menjadi contoh bagi pekerja lain nya di Matim”. pujian mereka.
Contoh nya, jembatan wae labe II, usia nya sudah lama dibangun dan sering dilalui kendaraan yang mengangkut bahan berat tapi tetap kokoh. aku para sopir dum truk.
“Baltasar Mbawar, yang mengira nya, selaku kontraktor pelaksana dan bagian teknis, ketika ditemui warta polri, dikediaman nya di Ntoreng Waer, Desa Bangka Arus, Pocoranaka Timur, Matim NTT, minggu 5/12/2021, mengaku, ternyata bukan selaku kontraktor pelaksana atau bidang teknisi melainkan, seorang pekerja kuli bangunan biasa yang dipercayakan oleh seorang kontraktor pelaksana, untuk mengerjakan 3 unit jembatan diruas jalan arus deno itu.
“Maaf, saya bukan seorang kontraktor, tapi saya seorang kuli bangunan biasa, yang di percayakan oleh seorang kontraktor pelaksana”. aku Mbawar.
“Baltasar menjelaskan, ketiga jembatan tersebut saya bangun berdasarkan pengalaman, dan saya bekerja menggunakan teknik sendiri dengan tidak mengurangi RAB yang ada”. jelas nya.
Lanjutnya, dengan pengalaman yang ada, saya mengerahkan kemampuan saya tanpa menghitung besar kecil untung rugi nya sebuah bangunan, akan tetapi saya bekerja dengan total, mengutamakan mutu dan kualitas baik, agar hasil nya selain untuk kepuasan masyarakat pemanfaat, juga untuk meningkatkan kepercayaan orang terhadap diri saya. ujar Mbawar.
Dan ketiga unit jembatan itu tambah dia, jembatan wae rina yang berukuran nya lebih panjang dari dua jembatan lain nya, dengan ukuran, panjang 7 meter, lebar 5 meter, terdiri tiga tiang aboutmen yaitu samping kiri kanan dan tengah jembatan, dengan tinggi 1,5 meter sampai diatas plat badan jembatan.
Dan pada fundasi aboutmen, guna mengikat fundasi aboutmen, agar tidak mudah terkikis air banjir dan untuk melancarkan air sungai mengalir di bawah kolong jembatan, itu menggunakan cor lantai semen pada batu susun yang berlapis tiga. rinci Mbawar. (tim warta polri matim).

