Seorang Anak Sambut Baru, Didampingi Oleh Orang Tua Angkat Agama Islam

Borong Matim NTT Warta Polri – Ini peristiwa yang luar biasa, seperti yang terjadi di Golo Mongkok Desa Watu Mori, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Kab Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), salah seorang anak peserta penerima Komuni Suci pertama yang lazim disebut secara Katolik, adalah sambut baru, didampingi oleh orang tua angkat agama Islam.

Peristiwa luar biasa ini, pasti mustahil bagi kalangan lainnya. Namun peristiwa ini nyata, seperti yang terjadi di Golo Mongkok, dimana salah seorang anak peserta sambut baru atau penerima Komuni Suci pertama, yang disebut namanya, Andini Nita Ngongo, tanpa diketahui orang tua kandungnya, tengah menjalankan misa sambut baru, didampingi oleh orang tua angkatnya yang Muslim pada hari Rabu 24/11/2021.

“Edigius Dahal, salah seorang saksi mata pada peristiwa mulia itu, melalui akun WhatsApp miliknya, yang dikutip Warta Polri, menyampaikan sungguh luar biasa peristiwa ini, seumur hidupku, baru kali ini saya menyaksikan langsung peristiwa luar biasa ini”. Dimana, salah seorang anak peserta penerima Komuni Suci pertama, didampingi oleh kedua orang tua angkatnya yang agama Islam. terang pesan WA Dahal.

Lanjutnya, kedua orang tua angkat tersebut, ayah Muhamad Yunus, dan Ibu Siti Mira. Oleh Andini,menganggap kedua orang tua angkat ini, seperti orang tua kandungnya sendiri. Begitu juga sebaliknya, oleh kedua orang tua angkatnya, menganggap Andini seperti anak kandungnya mereka sendiri. Semoga kehidupan rohani dari gadis cantik ini, tetap tumbuh kembang didalam keluarga angkatnya yang muslim. harapnya.

Tambah isi pesannya, memang semangat hidup bertoleransi antara umat beragama di kampung ini (Golo Mongkok red), sangat dipuji dan diakui. Bagaimana tidak, isi pesannya, setiap perayaan besar umat Katolik, seperti perayaan Natal dan Paskah, umat muslim turut ambil bagian dalam mengamankan jalannya perayaan. isi pesan WAnya.

Begitu pula sebaliknya, ketika perayaan Idulfitri penggabungan dari kalangan tua dan pemuda Katolik menjadi panitia keamannan dalam melaksanakan ibadah agama Islam. tutur pesannya.

Kami percaya bahwa kebesaran Tuhan itu terjadi pada peristiwa peristiwa seperti ini, kedamaian, keakraban, dan kekeluargaan antara dua rumpun agama akan menjadi indah ketika di padu menjadi satu dalam seriap momen penting seperti ini. (tim warta polri matim)

Mungkin Anda Menyukai