Bogor, 19/11/2021- Fakta terbaru tentang apa dan siapanya salah seorang terlapor kasus pengeroyokan korban Sabar A.Marpaung (48.th) dalam Upaya Klarifikasi Bersama para Insan Pers di komplek Pemkab Bogor (21/6/21) atas statment terbuka Bupati mulai terurai.

“Statment Mivel terucap melalui telfon Mivel pada saya pasca upaya klarifikasi yang saya lakukan kepada Pimpred BuserOnlineNews.com dimana saudara MH tercatat sebagai wartawan, dan bahkan pada malam itupun sekitar pukul 19.00 WIB, saya ditunggu untuk diajak bertemu dan ‘ngopi bareng’ di RY Center.”
——
Sementara itu pada kesempatan terpisah Hardadi Sulaksmono salah seorang Dewan Pengawas Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kota Bogor menyatakan kekecewaan yang sangat mendalam atas kelambanan penangan kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi di “depan mata” markas kepolisian resort kabupaten Bogor tersebut.
“Sangat kuat dugaan upaya politisasi dalam hal ini, ditinjau dari sudut pandang Siapa yang diminta klarifikasi/didemo, sebagai apa terlapor, hubungan apa antara pihak yg didemo dengan terlapor yang diduga melakukan inisiatif kekerasan hingga perjalanan penanganan pelaporan sampai saat ini.”
——
” Keberpihakan para jurnalis/wartawan atas sesuatu hal memang seyogyanya harus benar-benar proporsional dan profesional, hingga tidak terjebak dalam keberpihakan yang akan mencederai asas NETRALITAS sebagai Insan Pers itu sendiri.
Untuk itulah kami AWPI senantiasa rutin melakukan pembekalan dan refleksi pelaksanaan tugas dari pada para jurnalis/wartawan yang tergabung dalam AWPI semata-mata guna memberikan hal-hal terbaik bagi masyarakat dan juga sebagai PERS GUARD bagi segenap Insan Pers.” ungkap Hardadi yang juga merupakan Kabiro dari MediaMataBind.my.id sembari mengakhiri perbincangan dengan awak media Bogor.
Sementara itu Aep saepul anwar,divisi analisis dan investigasi aliansi insan pers Bogor Raya(AIPBR)sedang mendalami kehadiran oknum ormas GPK yang diduga melakukan pelanggaran HAM,mengemukakan pendapat baik lisan dan tulisan di jamin konstitusi,atas instruksi Siapa oknum ormas GPK hadir di situ?.
Kalau bukan penyelamatan kepentingan kekuasaan.
Aepsa
Biro Bogor

