PALANGKARAYA- Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) III Pada Minggu, 7 November 2021.
Musda III DAD kalteng ini beragendakan pemilihan ketua DAD untuk periode 2021-2026. Musda kali ini mengangkat tema ” merajut keberagaman sesuai falsafah Huma betang berlandaskan kearifan Lokal dan Bingkai NKRI.”
Kegiatan yang dilaksanakan di Betang Hapakat, jalan RTA Milono Palangka Raya ini mempunyai karakteristik berbeda dengan Musda terdahulu. Hal ini karna masih berhadapan pandemi covit-19 yang mewajibkan seluruh masyarakat dalam melaksanakan seluruh kegiatan mengumpulkan banyak orang wajib mematuhi protokol kesehatan.

Acara Musda III DAD Kalteng ini di hadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah dan 14 Kepala daerah dari 14 kabupaten/Kota, Kapolda ,Danrem ,Kajati , Tokoh masyarakat dan Tokoh Adat dari penjuru Kalimantan Tengah
Selain Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) tampak Ormas GERDAYAK dan PEMUDA PANCASILA ikut berpartisipasi dalam pengamanan acara
Selain pemilihan ketua DAD yang baru, juga. penyampaian laporan pertanggungjawaban Ketua DAD periode 2016 – 2021, Musda kali ini dipimpin oleh pimpinan sidang yakni Dr. Andrie Elia Embang, S.E., M.Si. berjalan dengan lancar dan damai.
Kali ini semua Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah satu suara mengusung Agustiar Sabran untuk kembali memimpin DAD Kalimantan Tengah.
Merujuk pada peraturan DAD Kalimantan Tengah maka secara aklamasi Agustiar Sabran kembali menahkodai DAD Provinsi Kalimantan Tengah periode 2021-2026
“Dengan hanya ada satu nama yang diusung oleh 14 Kab/Kota Yakni Agustiar Sabran secara aklamasi sah menjadi ketua DAD Kalimantan Tengah,” ujar Andrie Elia Embang saat memimpin sidang.
Dalam sambutannya setelah terpilih Agustiar Sabran mengatakan ia akan berusaha mengangkat harkat martabat Suku Dayak terkhusus di Kalimantan Tengah.JK/SPT

