Ulah Radikal Premanisme Debt Collector FIF Group Di Purwakarta, Merampas Paksa Unit Jaminan Kendaraan Bermotor Bikin Resah masyarakat

www Wartapolri-Com.- Purwakarta ,29 September 2021.Lagi-lagi …terjadi ulah premanisme bermodus Debt Collector yang mengaku di beri kuasa pihak leasing FIF group untuk mengambil paksa unit jaminan kreditur telat bayar ,dengan cara rapih tidak terlihat masyarakat di giring ke kantor FIF Group telah sampai di ambil paksa di tempat tersebut.

Den (45 ) adalah salah satu debitur lanjutan dari atas nama R Satrio Nurdianto (46) alamat Panorama B.3/33, Rt 06/13 Desa Cisereh Purwakarta ,Korban perampasan. Dari hasil wawancara awak media wartapolri beliau mempaparkan kronologinya “pada hari Jum,at tgl 23 /9-2021 sekira jam 16 wib pulang dari Pasar Rebo kitaran pintu rel kereta api Bojong motor Beet warna merah hitam dan pelk warna merah dengan nomor Polisi T 5136 IB di hadang 3 orang debt colector salah satu mengaku bernama Rico selanjut nya di giring ke FIF finance group korban nurut dengan itikad baik, setiba di depan FIF terjadilah insiden perampasan dengan di saksikan Satpam jaga yang bernama Hamzah ada di situ mengetahui tidak berbuat apa-apa .Den (korban) sebenarnya sudah melaksanakan pelunasan husus (Pilsus ) dengan pihak FIF Group yang harus di bayar sejumlah nominal Rp.2. 500 000,-(Dua juta lima ratus ribu rupiah) tapi baru bisa bayar Rp 2000 000(dua juta rupiah) kurang Rp 500 000,-itu yang memicu permasalahan nya.Debitur bukan tidak bertanggung jawab dengan di buktikan di bayar hari Sabtu tgl 24/9/2021 yang menangani sekaligus menerima uang adalah Wanto salah satu staf FIF group dan menjanjikan hari senin tgl 26/9/2021 bisa di ambil ke sini (FIF)
Ucap Wanto seraya memohon.

Ketika tiba waktunya Wanto cidra janji (Omdo) dan tak bisa di temui lantas mengulur ngulur waktu, itu juga informasi lewat tlp,hari Selasa tgl 28/9/2021 Deni di barengi awak media wartapolri dan pelopor Wanto tidak ada di tempat malah yang menghendel Sigit staf FIF lain .Sama mengulur waktu menjanjika hari Jum,at tgl 30/9/2021”,janji Sigit.

Aturan yang di persoalkan hingga harus berproses di mahkamah(Mk) yakni pasal 15 ayat(1,2,dan 3) yang di anggap bertentangan dengan UUD 45
Pasal 27 ayat (1),’pasal 28D ayat (1),dan pasal 28H ayat(4) .Mk menyarankan tatacara penarikan barang jaminan kredit bermasalah oleh laesing tidak boleh di lakukan ,melainkan harus mengajukan permohonan kepada Pengadilan Negri “tulis Mk.
Berata akan berlanjut edisi…berikut nya”.pungkas

(DH-Wartapolri)

Mungkin Anda Menyukai