Semua warga Boyolali Jateng, diminta terus mewaspadai pandemi Covid-19. Apalagi terjadi lonjakan kasusyang sangat tinggi, bahkan dalam sehari ada 860 orang tambahan kasus baru Covid-19. Berdasarkan portal Dinkes Boyolali pada Minggu ( 4/7/2021 ) siang tercatat total kasus sebanyak 13.475 orang.
Dari jumlah tersebut ,sebanyak 9.910 orang pasien sudah selesai menjalani isolasi dan kasus aktif sebanyak 3.036 orang. Dari jumlah itu,296 pasien menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.740 lainya isolasi mandiri.
Sedangkan jumlah pasien meninggal total sebanyak 529 orang. Saat ini Boyolali masuk zona risiko sedang dengan IKM 2,08. “Memang ada kenaikan yang tinggi, mudah mudahan besuk bisa segera turun,” ujar Teguh Tri Kuncoro, kasi surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan ( Dinkes ) Boyolali. Sekda Boyolali, Masruri mengungkapkan,pihaknya terus mengajak seluruh masyarakat agar tetap waspada dan menerabkan prokes ketat.
Yaitu dengan menerapkan gerakan 5M. Yakni,memakai masker saat keluar rumah,rajin cuci tangan dengan sabun di air mengalir,menjaga jarak,mengurangi aktifitas dan menghindari kerumunan. “Prokes ketat harus dipatuhi,” ujar Masruri.
Pihaknya juga berharap dengan penerapan PPKM Darurat serta Gerakan Boyolali Minggu di rumah saja bisa mengurangi lonjakan pasien Covid-19. Gerakan Boyolali Minggu di rumah saja akan diperpanjang sampai pada Minggu tanggal 11Juli – 18 Juli 2021 mendatang.
Ditambahkan saat ini Pemkab Boyolali menambah tiga tempat isolasi terpadu. Selain Bungalow Selo, dua tempat lainya adalah lokasi Kantor PDAM dan Gedung PGRI di Singkil, hanya saja untuk Bungalow hanya khusus untuk warga Selo. “Mengingat Bungalow Selo berada di dataran tinggi sehingga kadar oksigenya lebih sedikit,sehingga hanya cocok untuk warga Selo saja,” pungkasnya.
Berita : R.Tunjung Suseno

