Ini Amanat Kapolda NTT Yang Disampaikan Oleh Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K., M.H

Waikabubak-wartapolri.com | Polres Sumba Barat gelar apel Bhabinkamtibmas dan Komunitas Penyintas Covid-19 khususnya di wilayah hukum Polres Sumba Barat, yakini Kabupaten Sumba Barat dan kabupaten Sumba Tengah, Kamis (17/6/2021).

Tujuan dari apel tersebut yaitu untuk membangun semangat soliditas terutama terhadap Penyintas Covid-19 khususnya di wilayah hukum Polres Sumba Barat dalam melawan penyebaran Covid-19 sehingga dapat memulihkan situasi terkait pandemi tersebut.

Pada kesempatan apel tersebut, Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K., M.H., juga membacakan amanat Kapolda NTT Irjen Pol. Drs. Lotharia Latif, SH.,M.Hum, yaitu ;

~ Berbagai upaya pemerintah terus dilakukan secara terpadu dalam rangka percepatan penanganan pandemi Covid-19 dan mewujudkan Pemulihan Ekonomi Nasional.

~ Para peserta apel yang saya hormati dan kasihi, berdasarkan data, sampai dengan tanggal 16 juni 2021:

– secara Nasional di Indonesia tercatat 1.531.005 kasus;
– kasus aktif terkonfirmasi positif sebanyak : 83.700 orang (5,5%);
– meninggal dunia 42.666 orang (2,8%); dan
– sembuh 1.404.639 orang (91,7 % ).

~ Sedangkan di provinsi NTT tercatat :

– konfirmasi positif sebanyak : 17.403 orang,
– kasus aktif saat ini sebanyak : 723 orang (4,04%),
– meninggal dunia : 471 orang (2,7%), dan
– Sembuh sebanyak 16.209 orang (93,20%).

~ Dari data tersebut pandemi Covid-19 melumpuhkan sendi kehidupan berbangsa dan pertumbuh ekonomi indonesia yang mengalami kontrats cukup dalam, dimana alokasi anggaran difokuskan pada penangganan covid-19 termasuk anggaran Dipa Polri T.A 2021 yang di recofucing untuk menanganani pandemi covid-19 hal ini sejalan harapan Bapak Presiden RI yang menekankan bahwa pandemi covid-19 dengan segala dampaknya, seluruh komponen bangsa harus bahu membahu menerapkan untuk mengatasi disiplin dampaknya. Optimasi masyarakat harus terus keseriusan ketat menjalankan dijaga pemerintah pandemi covid-19. sehingga kita harus bisa mensukseskan program vaksinasi nasional dengan melakukan penegakan disiplin, operasi yustisi terhadap protokol kesehatan secara humanis dan tegas.

~ Data saat ini provinsi NTT menerima vaksin sebanyak 501.496 dosis dan telah digunakan sebanyak : 423.781 dosis terdiri dari tiga sasaran yakni tenaga kesehatan sebanyak 67.155 dosis, pelayanan publik 317.497 dosis, dan lansia 38.739 dosis.

~ Oleh karena itu, kepada seluruh jajaran Polda NTT untuk terus lakukan pengawalan, pengamanan dan pengawasan pada saat pendistribusian, penyimpanan, maupun nantinya saat vaksin tersebut diberikan kepada masyarakat. hal ini sejalan dengan program melalui kegiatan transformaşi pemantapan prioritas Kapolri operasional yaitu protokol kesehatan, setidaknya bagi keluarga dan juga untuk masyarakat di sekitarnya.

~ Kepada para penyintas covid-19, saya juga mengajak untuk mensyukuri nikmat kesembuhan dengan membantu sesama melalui donasi plasma konvalesen. apalagi, plasma konvalesen tidak selamanya ada di tubuh penyintas covid-19 dan hanya bertahan sekitar tiga bulan pasca kesembuhan. Oleh karena itu, yang menyelamatkan tersedianya dukungan sistem data terintegrasi antara rumah sakit dan PMI pun dibutuhkan. utamanya untuk mengetahui data atau potensi calon penyintas pendonor. Selanjutnya terapi plasma konvalesen merupakan konsep imunisasi pasif, yaitu pemberian plasma dari penyintas covid-19 yang mengandung antibodi terhadap sars-cov-2 dan diberikan kepada penderita covid-19 dengan harapan agar antibodi dapat menetralisasi virus pasien.

~ Terapi plasma konvalesen untuk pasien juga sudah dilakukan di china, argentina dan amerika serikat. hasil penelitian maupun praktik penggunaan plasma konvalese di indonesia, seperti yang dilakukan oleh PMI dan kementerian kesehatan, serta beberapa rumah sakit utama di jakarta, yogyakarta dan malang juga menunjukkan efikasi yang tinggi, yaitu antara 60-90 persen.

~ Kontribusi para penyintas Covid-19 tersebut merupakan wujud peduli kemanusiaan dalam membantu sehingga diharapkan mampu menekan kematian akibat Covid-19. Dalam kondisi seperti sekarang ini, solidaritas yang tinggi sangat diperlukan di masyarakat

~ Para hadirin dan peserta apel yang saya cintai, sebelum mengahkiri sambutan ini, ada beberapa penekanan yang perlu diperhatikan untuk di tindak lanjuti dengan langkah – langkah kongkrit sebagai berikut :

1. kepada Babinkamtibmas agar lakukan mapping sesuai Kakerda wilayah sesuai dengan tingkat kerawanan Kamtibmas, potensi masyarakat dan sumber daya pendukung

2. Penggelaran Kamtibmas setiap desa/kelurahan satu wilayah binaan satu anggota Babinkamtibmas satu desa / kelurahan sentuhan dan pantauan disesuaikan dengan kemampuan sumber daya manusia yang ada, dengan catatan bhabinkambmas tidak boleh melakukan tugas rangkap;

3. penggelaran petugas polmas pada komunitas tertentu yang dianggap memerlukan kehadiran petugas polmas dapat diberdayakan dari fungsi kepolisian lain;

4. melakukan koordinasi secara intensif kepada pemda, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, TNI, DPR, dll serta fungsi – fungsi internal kepolisian mendukung rencana penggelaran selaku petugas Polmas

5. lakukan upaya – upaya pre – emptif (penangkalan) edukatif tindakan yang akan menjurus ke arah radikal dan anarkis dengan menyusun rencana aksi kontra radikal (deradikalisasi) di masing – masing wilayah ;

6. Pemerintah telah melibatkan Polri khususnya Babinkamtibmas sebagai tracer, maka dari itu demi kemanusiaan demi tugas kemanusiaan lakukanlah itu dengan penuh rasa tanggung jawab;

7. dan untuk komunitas penyintas Covid-19, kami berharap penuh kepada anda sekalian, terus laksanakan kegiatan positif ini, tetap berikan motivasi dan semangat bagi pasien Covid-19, karena pada diri anda terdapat secerca harapan bagi kita semua;

8. para penyintas (pasien sembuh) Covid-19 untuk tetap mematuhi dan turut mensosialisasikan protokol kesehatan di masyarakat. mari kita suarakan kepada mereka semuanya untuk selalu patuh memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas untuk mencegah penularan covid-19;

9. terus bahu-membahu antara tenaga kesehatan, tracer dan masyarakat bersatu-padu untuk melawan covid- 19 agar pandemi segera berakhir.

Demikian amanat Kapolda NTT Irjen Pol. Drs. Lotharia Latif, SH., M.Hum., yang disampaikan oleh Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K., M.H., saat memimpin apel Bhabinkamtibmas dan Komunitas Penyintas Covid-19 khususnya di wilayah hukum Polres Sumba Barat, yang berlangsung di Mapolres Sumba Barat. Dalam apel tersebut dihadiri pula oleh Waka Polres Sumba Barat, para Kabag, Kasat, Wadanki Brimob Sumba Barat dan Kasi. Peserta apel dihadiri oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa dari Kodim 1613 Sumba Barat, Penyintas Covid-19 ( Masyarakat yang pernah terpapar Covid-19 ), Pleton Sabhara, Pleton Lantas, Pleton Intelkam dan Pleton Sat Reskrim.

Penulis : Anton Gallu
Sumber : Humas Polres Sumba Barat

Mungkin Anda Menyukai