76 TAHUN INDONESIA MERDEKA DUSUN AEK MATIO GELAP-GULITA

Taput, wartapolri.com -Masih banyak masyarakat di saat sekarang ini yang belum menikmati penerangan yaitu penerangan PLN dan mereka merasakan belum merdeka, mereka berharap kepada pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara maupun pusat untuk memperhatikanya.

Mereka adalah warga dusun Aek Matio Desa Adian Koting Kecamatan Adian Koting, belum adanya sarana PLN masuk ke Dusun tersebut maka mereka selama ini menggunakan penerangan ala kadarnya yaitu menggunakan lampu senter,Lampu minyak dan lilin.

Warga Aek Matio Panggabean menjelaskan, mereka sudah memohon dengan membuat proposal ke Pemerintah juga kepada pihak PLN Tarutung mulai tahun 2019 sampai 2021 supaya PLN masuk ke Dusun mereka, tetapi sampai saat ini belum juga masuk.

Harapan warga kepada Bupati Taput Nikson Nababan agar memperhatikan nasib mereka untuk memasukkan PLN ke Dusun Aek Matio demi masa depan anak cucu dan selama ini aktivitas – aktivitas gereja dan sekolah menggunakan mesin jenset.

Awak media turun ke Dusun Aek Matio temukan berbagai masalah yang dihadapi warga adanya tambang batu Padas di beberapa titik lokasi mengancam warga ketika melintasi jalan satu-satunya kondisi amblas terancam putus.

Tolpus Simanungkalit “76 tahun Indonesia merdeka kampung kami ini terjajah gelap – gulita” jalan terancam putus padahal hanya berjarak 3 Km dari kota, anehnya tiga anak sungai Dusun ini digunakan oleh PLTA perusahaan penghasil listrik Aek Raisan tetapi listrik yang dihasilkan tak pernah diberikan ke dusun Aek Matio.

Kepala Desa Adian Koting Tau Ronito Hutabarat ditemui wartawan terkesan tidak peduli penderitaan masyarakatnya dan mencueki kehadiran awak media. Begitu juga Camat Junjungan Silaban dan Dinas Perkim serta BPBD saat dikonfirmasi via seluler belum ada respon, semoga Bupati memperhatikan kami, harap warga. (ALAIN DELON)

Mungkin Anda Menyukai